Kemenhub sesuaikan jumlah angkutan penyeberangan di Merak-Bakauheni

id angkutan penyeberangan,Kemenhub

Kemenhub sesuaikan jumlah angkutan penyeberangan di Merak-Bakauheni

PENYEBERANGAN DI MERAK SEPI SAAT LARANGAN MUDIK. Truk keluar dari kapal ferry yang baru tiba dari Sumatera di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (9/5/2021). Memasuki hari ke-4 pemberlakuan Larangan Mudik untuk mencegah penyebaran COVID-19 suasana penyeberangan di Pelabuhan Merak lebih sepi dari biasanya. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp.ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa setelah diberlakukannya penyekatan wilayah dan peniadaan mudik, jumlah penumpang turun.

Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Cucu Mulyana menyampaikan bahwa penurunan tidak hanya pada volume kendaraan di jalan tol, namun juga terjadi pada angkutan penyeberangan.

Dengan kondisi tersebut, sarana dan prasarana di Lintas Merak-Bakauheni mengalami sejumlah penyesuaian.

“Selama masa pengendalian transportasi, baik dermaga dan kapal yang operasional kami kurangi jumlahnya sesuai kebutuhan,” kata Cucu dalam rilis di Jakarta, Minggu.

Cucu mengatakan, saat ini dermaga yang beroperasi dari semula sebanyak 7 pasang menjadi 3 pasang dermaga dengan komposisi 1 dermaga eksekutif dan 2 dermaga reguler. Jumlah kapal yang beroperasi dari semula 31 unit per hari menjadi 14 unit.

Penambahan pengoperasian dermaga dan kapal ini nantinya akan situasional tergantung dari jumlah permintaan atau kebutuhan penumpang.

“Untuk data produktifitas rata-rata penumpang dan kendaraan sejauh ini terdapat penurunan. Jika dibandingkan masa normal, pada masa peniadaan mudik ini di Pelabuhan Merak saja jumlah penumpang turun 72 persen (7.014 penumpang), kendaraan roda 2 turun 97 persen (27 unit), dan roda 4 campuran turun sebanyak 41 persen (3.437 unit). Sementara di Pelabuhan Bakauheni jumlah penumpang turun 90 persen (2.284 penumpang), roda 2 turun 99 persen (6 unit), dan roda 4 campuran turun 67 persen (1.871 unit),” ujarnya.

Baca juga: AP II sesuaikan jam operasional bandara pada masa peniadaan mudik
Baca juga: Hoaks! Jokowi pulang kampung saat larangan mudik


Sebagai perbandingan, pada kondisi normal di Pelabuhan Merak jumlah penumpang per hari rata-rata 25.488 penumpang, kendaraan roda 2 780 unit, dan kendaraan roda 4 campuran 5.826 unit.

Sementara di Pelabuhan Bakauheni dalam kondisi normal rata-rata penumpang per hari mencapai 22.071 penumpang, roda 2 639 unit, dan roda 4 campuran 5.612 unit.

Untuk mencegah adanya pemudik yang lolos, Ditjen Hubdat telah melakukan sejumlah upaya seperti skrining di beberapa titik pemeriksaan sebelum kendaraan masuk.

“Tim gabungan telah memastikan calon pengguna jasa angkutan penyeberangan telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Permenhub no 13/2021 dan SE Gugus Tugas Nomor 13/2021 beserta addendumnya. Kami berharap dengan pengendalian transportasi khususnya di penyeberangan ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19, melindungi keselamatan masyarakat, memastikan sistem ekonomi tetap tumbuh melalui kelancaran angkutan logistik,” pungkas Cucu.

Meski adanya penyekatan wilayah, Cucu menegaskan bahwa ketersediaan logistik akan tetap terjamin karena angkutan logistik tetap berjalan normal. Angkutan barang dipastikan tetap dapat menyeberang baik dari Merak ke Bakauheni maupun sebaliknya.

Baca juga: Ketua DPR RI akan tinjau larangan mudik di tiga provinsi
Baca juga: Wakil Ketua DPR usulkan tolak kedatangan WNA selama pelarangan mudik

Pewarta : Adimas Raditya Fahky P
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar