KPK sambut baik tawaran kerja sama pemberantasan korupsi dari Austria

id KPK,DUBES AUSTRIA,FIRLI BAHURI,JOHANNES PETERLIK

KPK sambut baik tawaran kerja sama pemberantasan korupsi dari Austria

Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) menerima kunjungan Dubes Austria untuk Indonesia Johannes Peterlik, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/5/2021). ANTARA/HO-Humas KPK.

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik tawaran kerja sama pemberantasan tindak pidana korupsi dari Pemerintah Austria.

Ketua KPK Firli Bahuri didampingi Wakil Ketua Nawawi Pomolango dan Lili Pintauli Siregar serta Deputi Informasi dan Data Hadiyana beserta jajaran, menerima kunjungan Duta Besar Austria untuk Indonesia Johannes Peterlik, di Gedung KPK, Jakarta, Senin.

Tujuan pertemuan itu adalah perkenalan dan silaturahmi Dubes Austria yang resmi bertugas pada 21 Oktober 2020.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding dalam keterangannya mengatakan, Johannes menawarkan kerja sama dalam pertemuan tersebut.

"Harapannya, kerja sama tersebut dapat mendorong upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. KPK menyambut baik tawaran kerja sama tersebut, dan akan mempelajari usulan kerja sama ini. KPK juga berharap melalui kerja sama yang akan dibina di masa depan dapat memperkuat upaya-upaya pemberantasan korupsi di Indonesia oleh KPK baik dalam bidang pencegahan, pendidikan maupun penindakan," ujar Ipi.

Ipi mengatakan Firli mengapresiasi kunjungan Johannes tersebut, terlebih Austria termasuk dalam 20 besar negara dengan Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index/CPI) terbaik.

KPK juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk berdiskusi yang diharapkan dapat memberikan perspektif baru dan inovasi-inovasi baru bagi KPK dan Indonesia, untuk belajar dan saling berbagi praktik baik dalam pemberantasan korupsi.

"Sampai dengan saat ini belum ada kerja sama langsung antara KPK dan Pemerintah Austria termasuk dengan lembaga antikorupsi Austria, "Federal Bureau to prevent and to fight corruption" atau disingkat dengan BAK," kata Ipi pula.

Namun, kata dia, KPK memandang terbuka potensi kerja sama ke depan dalam hal bertukar pengalaman pada bidang pencegahan khususnya terkait strategi, praktik baik, dan metode dalam pencegahan korupsi.

"Sedangkan, dalam bidang penindakan, KPK memandang perlu berbagi pengalaman, metode, dan cara penanganan kasus korupsi. KPK juga siap untuk bekerja sama jika ada kasus korupsi lintas negara yang sedang ditangani," ujar Ipi.

Dalam pertemuan tersebut, Johannes juga mengapresiasi atas peran serta dan partisipasi KPK selama ini dalam forum antikorupsi global termasuk keikutsertaan dalam "International Anti-Corruption Academy" (IACA).

IACA adalah organisasi internasional yang berkedudukan di Laxenburg, Austria, dibentuk sebagai wadah kerja sama peningkatan kapasitas bagi aparat pada lembaga antikorupsi.
Baca juga: IPI nilai tes wawasan kebangsaan KPK sudah sesuai jalur
Baca juga: Anggota DPR sesalkan pertanyaan TWK terkait "lepas jilbab"

Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar