Jaringan listrik NTT pulih 100 persen, ekonomi bergerak lebih cepat

id NTT, Kota Kupang, listrik

Jaringan listrik NTT pulih 100 persen, ekonomi bergerak lebih cepat

Dokumentasi Tower 19 yang roboh akibat Siklon Seroja pada Minggu (4/4) lalu di desa Tuanfeu, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (13/04/2021). ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Kupang (ANTARA) - Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Syamsul Huda menilai bahwa pulihnya sistem kelistrikan di NTT khususnya di Sabu Raijua dipastikan akan membantu mempercepat pemulihan perekonomian di daerah itu.

"Aktivitas ekonomi di lokasi bencana biasanya akan bergerak lebih cepat dari sebelum bencana. Karena, masyarakat semakin produktif, pemakaian listrik meningkat dan ekonomi pun bisa mulai menggeliat,” katanya saat melaporkan sistem kelistrikan di NTT kepada pemerintah provinsi NTT di Kupang, Senin.

Huda mengatakan untuk meningkatkan perekonomian di daerah itu, penggunaan listrik tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi lebih pada kebutuhan yang produktif.

Jika penggunaan listrik lebih pada produktif, seperti pada peningkatan UMKM dan juga untuk kebutuhan produktof lainnya otomatis dengan sendirinya kebutuhan akan listrik juga akan semakin tinggi.

Huda juga mencontohkan seperti yang terjadi di Palu beberapa waktu lalu, gempa bumi dan tsunami di daerah itu mengakibatkan wilayah tersebut "black out".

"Kini, perekonomian di daerah itu pulih dengan sangat cepat, dan kami yakin NTT juga demikian, karena saat bencana ini banyak investor yang datang dan mulai melihat-lihat potensi ekonomi apa yang akan dikembangkan di NTT," ujar dia.

Saat ini, dengan sudah beroperasinya seluruh gardu listrik di Sabu Raijua maka seluruh jaringan kelistrikan di NTT sudah 100 persen pulih. Dengan kondisi kelistrikan di NTT tercatat memiliki daya mampu sebesar 333,8 mega watt (MW) dengan beban puncak 216 MW.

Huda juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mempercepat pemulihan kelistrikan di NTT.

“Pemulihan ini tidak lepas dari kerja keras yang dilakukan oleh tim gabungan PLN sebanyak 1.812 personil. Kami berterima kasih atas dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat yang diberikan kepada kami, sehingga petugas dapat menyelesaikan perbaikan secara bertahap sampai pulau terdepan yaitu Pulau Raijua,” tambah Huda.

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi NTT, Semuel Rebo, turut menyampaikan apresiasinya kepada PLN yang telah bekerja keras memulihkan kelistrikan NTT.

“Hal luar biasa ditunjukkan oleh PLN yang sejak hari pertama telah bekerja keras memulihkan kelistrikan. Setiap hati selalu ada progres. Ini tidak mudah membawa peralatan ke sana,” jelas Rebo.
Baca juga: PLN pulihkan listrik 100 persen di NTT
Baca juga: PLN NTT pulihkan pasokan listrik di Sabu Raijua

 

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar