Mohammad Ahsan pertanyakan usaha BAC soal keputusan turnamen

id Mohammad Ahsan,bulu tangkis,PBSI,Olimpiade Tokyo

Mohammad Ahsan pertanyakan usaha BAC soal keputusan turnamen

Dokumentasi - Pebulu tangkis ganda putra Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan berlatih jelang All England 2020 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis (5/3/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Jakarta (ANTARA) - Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan mengaku heran dan mempertanyakan usaha Badminton Asia Confederation (BAC) dalam mengambil keputusan soal nasib seluruh turnamen bulu tangkis yang digelar di Asia.

Hal tersebut disampaikan Ahsan menanggapi penundaan dan pembatalan dua turnamen kualifikasi Olimpiade Tokyo, yakni Malaysia Open 2021 pada 25-30 Mei dan Singapore Open 2021, yang sedianya digelar pada 1-6 Juni. Ini sebetulnya bukan penundaan pertama kali karena sebelumnya, Kejuaraan Asia yang seharusnya digelar April lalu juga telah dibatalkan terimbas pandemi COVID-19.

Penundaan dan pembatalan tersebut dianggap tidak adil mengingat kejuaraan bulu tangkis Eropa masih bisa berlangsung, tetapi tidak dengan kejuaraan di Asia.

“Ya pasti kurang adil ya. Tapi ini seharusnya tanggung jawab federasi badminton Asia (BAC), bagaimana usahanya untuk menyelenggarakan Kejuaraan Asia,” kata Ahsan kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

“Saya tidak tahu apakah mereka sudah berusaha atau cuma diam saja,” kata dia menambahkan.

Baca juga: Tidak mudik, Mohammad Ahsan kangen suasana Lebaran di kampung halaman

Penundaan dan pembatalan dua turnamen itu membuat Ahsan dan para pebulu tangkis Indonesia lainnya kehilangan kesempatan mengikuti turnamen pemanasan menjelang Olimpiade Tokyo yang digelar Juli mendatang.

Tak hanya itu, keputusan tersebut juga amat disayangkan karena masih banyak pemain Asia, termasuk Indonesia yang tengah berjuang mengumpulkan poin demi lolos Olimpiade Tokyo.

“Ya sebenarnya sangat disayangkan karena banyak pemain yang masih mengejar poin untuk Olimpiade. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah keputusan BWF dan negara penyelenggara,” ucap pasangan Hendra Setiawan itu.

“Kami juga sudah tidak bisa mengukur sejauh kemampuan kami sebelum Olimpiade,” tambah dia.

Meski tanpa kedua turnamen tersebut, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sebetulnya sudah mengamankan satu tiket ke Olimpiade 2020 Tokyo bersama kompatriotnya sesama ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Ahsan/Hendra menempati peringkat kedua klasemen Road to Tokyo di bawah Marcus/Kevin yang berada di puncak klasemen.

Baca juga: Mohammad Ahsan akui Ramadan tahun ini lebih berat


Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar