Mohammad Ahsan berharap Olimpiade Tokyo tetap digelar

id Mohammad Ahsan,Olimpiade Tokyo,bulu tangkis

Mohammad Ahsan berharap Olimpiade Tokyo tetap digelar

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kiri) disaksikan rekannya Hendra Setiawan mengembalikan kok ke arah lawan senegaranya Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto dalam babak semi final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (18/1/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pd.

Jakarta (ANTARA) - Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan berharap Jepang tidak akan goyah dan tetap menyelenggarakan Olimpiade 2020 Tokyo pada 23 Juli-8 Agustus mendatang di tengah ketidakpastian akibat pandemi COVID-19.

Menurut Ahsan, Olimpiade tidak seharusnya dibatalkan karena ia dan seluruh atlet di dunia sudah menanti satu tahun lebih lama demi bisa berlaga dalam pesta olahraga terakbar sejagad itu.

“Harapan saya ya pastinya ingin Olimpiade tetap digelar. Tapi kalau dibatalkan, qadarullah (sudah takdir Allah SWT),” kata Ahsan saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ahsan juga tak keberatan jika seandainya Olimpiade diputuskan digelar tanpa penonton asing maupun lokal. Dia meyakini apa pun keputusan panitia penyelenggara demi terlaksananya Olimpiade yang aman dan terjamin bagi seluruh kontingen.

Baca juga: Mohammad Ahsan pertanyakan usaha BAC soal keputusan turnamen 

Tak hanya Ahsan sebagai atlet, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang sudah tertunda satu tahun itu.

Nasib Olimpiade 2020 Tokyo dipertanyakan di tengah desakan warga Jepang yang ingin agar pesta empat tahunan itu dibatalkan seiring dengan belum terkendalinya pandemi COVID-19 di negeri sakura itu.

Olimpiade kian terancam ketika 350 ribu orang menandatangani petisi penolakan penyelenggaraan ajang multievent tersebut. Petisi itu bahkan telah diserahkan kepada gubernur Tokyo.

Perdana Menteri Yoshihide Suga memperpanjang status darurat COVID-19 di Tokyo hingga akhir Mei demi menekan laju penyebaran virus.

Jepang juga telah memperluas keadaan darurat COVID-19 di tiga wilayah lainnya hanya 10 pekan menjelang dimulainya Olimpiade Tokyo pada 23 Juli mendatang.

Baca juga: 10 pekan jelang Olimpiade Jepang tambah 3 prefektur berstatus darurat 
Baca juga: Petisi tolak Olimpiade diajukan ke pemerintah Tokyo


Meski mendapat penolakan, panitia pelaksana Tokyo 2020 dalam beberapa hari terakhir telah berhasil mengadakan serangkaian ajang uji coba dengan melibatkan atlet internasional.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sudah mengamankan satu tiket ke Olimpiade 2020 Tokyo dan tinggal menunggu penetapan dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait kelolosan mereka ke Tokyo.

Beberapa atlet lainnya yang juga berstatus serupa adalah tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Christie, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, serta atlet angkat besi Eko Yuli Irawan dan Windy Cantika.

Namun sudah ada beberapa atlet Indonesia lainnya yang sudah siap berangkat, seperti Lalu Muhammad Zohri dari cabang atletik, Riau Ega Agatha dan Diananda Chairunisa dari cabang panahan, serta Vidya Rafika Rahmatan Thayiba dari cabang olahraga menembak. 

Baca juga: Eko Yuli Irawan tak khawatir berat badan naik usai Lebaran 
Baca juga: Jepang darurat COVID-19, KOI berharap Olimpiade Tokyo tetap digelar 
Baca juga: Zohri tempati peringkat ketujuh pada uji coba Olimpiade Tokyo 

 


Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar