BMKG sebut NTT masuki musim kemarau, cegah karhutla

id NTT,BMKG,Stasiun Klimatologi El Tari Kupang,musim kemarau,karhutla

BMKG sebut NTT masuki musim kemarau, cegah karhutla

Kepala Stasiun Klimatologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi ANTARA/Bernadus Tokan.

Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) menyebutkan bahwa wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah memasuki musim kemarau sehingga seluruh elemen masyarakat perlu berupaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"NTT pada dasarian 1 Mei 2021 sebagian besar sudah memasuki musim kemarau sehingga mari kita cegah munculnya karhutla," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi di Kupang, Selasa.

Ia menjelaskan sebagian besar wilayah NTT sudah memasuki musim kemarau kecuali zona musim (zom) 262 yang meliputi wilayah Kupang bagian utara dan Kabupaten Timor Tengah Utara bagian barat.

Baca juga: BMKG sebut NTT mulai memasuki musim kemarau

Secara persentase, lanjut dia, wilayah di NTT yang sudah memasuki musim kemarau 2021 mencapai 95,6 persen.

Sudiono mengatakan di saat memasuki musim kemarau ini, semua elemen masyarakat perlu mencegah munculnya peristiwa karhutla yang sering terjadi setiap tahun saat kemarau.

Ia menyebutkan beberapa langkah yang perlu dilakukan seperti mengawasi dan memantau titik rawan kebakaran hutan pada daerah yang potensinya tinggi.

Baca juga: BMKG: Awal musim kemarau di Jateng mundur

Baca juga: BMKG: Waspadai potensi karhutla di puncak musim kemarau 2021


Ia juga meminta warga terus memantau informasi Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN) BMKG.

Selain itu warga diminta tidak sembarangan membakar atau membuang puntung rokok apalagi saat kemarau dan angin kencang.

"Saat membuka lahan perkebunan juga jangan dilakukan dengan cara membakar," katanya.

Baca juga: Pemprov Bali serahkan sumbangan Rp517 juta untuk korban bencana di NTT

Baca juga: BMKG: Siklon tropis seroja buktikan bahwa perubahan iklim itu nyata

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar