TFRIC-19 fokus sejumlah aksi di 2021 bagi penanganan COVID-19

id tfric-19,BPPT,badan pengkajian dan penerapan teknologi,penanganan COVID-19

TFRIC-19 fokus sejumlah aksi di 2021 bagi penanganan COVID-19

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza (kiri). ANTARA/HO-Humas BPPT.

Jakarta (ANTARA) - Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan COVID-19 (TFRIC-19) yang diinisiasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) fokus lima aksi utama di 2021 bagi penanganan COVID-19 dan memperkuat ketahanan dan kemandirian bangsa terutama bidang kesehatan.

"Ekosistem inovasi teknologi penanganan COVID-19 perlu dijaga dan diperkuat guna memperkuat ketahanan nasional dan subtitusi impor," kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan yang diterima ANTARA, Jakarta, Jumat.

Lima aksi utama TFRIC-19 tahun 2021 yakni aksi penguatan kajian keekonomian dan teknologi, aksi inovasi teknologi alat kesehatan, aksi inovasi teknologi suplemen kesehatan, aksi penguatan data sains dan aplikasi kecerdasan artifisial, serta aksi penguatan kerjasama, komersialisasi dan media.

Aksi penguatan kajian keekonomian dan teknologi dilakukan dalam upaya mitigasi dan meminimalisasi potensi lembah kematian (valley of death) inovasi dan menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat kelayakan produk untuk masuk ke pasar.

Kajian-kajian yang dilakukan meliputi kajian tingkat komponen dalam negeri (TKDN), kajian industri manufaktur produk kesehatan, kajian pra analisa komersialisasi, dan audit teknologi kapasitas industri dan dukungan regulasi.

Baca juga: BPPT siapkan perangkat tes antigen dan antibodi

Baca juga: Harkitnas, BPPT kembangkan inovasi COVID-19 di bidang kesehatan-pangan


Aksi inovasi teknologi alat kesehatan meliputi inovasi ventilator ICU, Direct Digital Radiography (DDR), Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen COVID-19 dan Kit pengukur kadar antibodi paska vaksinasi.

Aksi inovasi teknologi suplemen kesehatan bertujuan menyediakan produk-produk dalam negeri yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan atau imunitas masyarakat.

Aksi itu meliputi inovasi suplemen kesehatan berbasis bawang putih terfermentasi (black garlic), suplemen kesehatan berbasis beta glucan (polisakarida hasil fermentasi yeast), suplemen dalam bentuk biskuit padat gizi yang diperkaya dengan vitamin dan mineral, serta sediaan obat herbal imunostimulan dan beras terfortifikasi.

Aksi penguatan data sains dan aplikasi kecerdasan artifisial (AI) mencakup inovasi aplikasi AI untuk deteksi COVID-19, database biopropeksi tanaman obat, mikroba dan senyawa berpotensi obat COVID-19 dan penyakit lainnya sebagai data set Artificial Intelligence.

Aksi penguatan kerjasama, komersialisasi dan media bertujuan untuk memperkuat jaringan (networking), komersialisasi, pendampingan diskusi dan negosiasi kerjasama kemitraan serta penguatan kampanye melalui media (media campaign) yang menjadi aktivitas penting untuk dilakukan.

Baca juga: BPPT dan lintas institusi lahirkan produk inovasi tangani COVID-19

Baca juga: BPPT ciptakan tes cepat untuk deteksi antibodi pasca vaksinasi COVID

 

Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar