Usai Lebaran, positif COVID-19 di Banda Aceh naik dua kali lipat

id Banda Aceh,COVID-19,virus corona,kesehatan,prokes,Satgas COVID-19,Idul Fitri,Mudik

Usai Lebaran, positif COVID-19 di Banda Aceh naik dua kali lipat

Pengunjung warung kopi di Banda Aceh dites cepat antigen saat razia protokol kesehatan, Banda Aceh, Minggu (9/5/2021). (FOTO ANTARA/Rahmat Fajri)

Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh menyatakan terjadi peningkatan kasus warga Banda Aceh yang terkonfirmasi positif COVID-19 usai
libur Lebaran (Idul Fitri) 1442 Hijriah, bahkan mencapai dua kali lipat.

"Setelah libur Lebaran, hampir dua kali lipat penambahan kasus positif COVID-19 di Banda Aceh setiap harinya," kata Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh Lukman, di Banda Aceh, Senin.

Lukman menyebutkan sejak sepekan terakhir usai Idul Fitri kasus di Banda Aceh meningkat jauh.

"Sebelum Lebaran kasus hanya berkisar di bawah 10 atau belasan orang per hari. Tapi setelah Lebaran meningkat mulai dari 17 orang sampai 40 pasien per hari yang terkonfirmasi positif COVID-19, bahkan hari Senin (24/5) ini saja 30 orang dinyatakan positif," katanya.

Secara kumulatif, kata Lukman, pasien yang terkonfirmasi positif di Banda Aceh sudah mencapai 3.067 kasus, di antaranya 253 dalam perawatan, 2.704 dinyatakan sembuh dan 110 orang telah meninggal dunia.

Ia mengatakan dalam rangka mencegah terjadinya penambahan kasus, Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan beberapa langkah seperti peningkatan tracking atau pelacakan kasus, isolasi hingga pembatasan jam malam.

Begitu juga pelaksanaan acara, pemerintah tidak memberikan izin jika dilaksanakan tanpa protokol kesehatan (prokes). Kecuali bagi mereka yang sudah menjamin penerapan prokes sesuai ketentuan pemerintah.

"Kegiatan keramaian juga selalu kita cegah, jangan sampai terjadi penularan dari orang yang belum terdeteksi, karena masih banyak yang belum terdeteksi," katanya.

Karena itu, kepada masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga mata rantai penyebaran virus tersebut dapat diputuskan, demikian Lukman.

Baca juga: Kasus COVID-19 Aceh bertambah 199 orang total 12.814

Baca juga: Pengamat sebut sekolah di Banda Aceh harus diliburkan cegah COVID

Baca juga: Aceh lapor 147 kasus baru, Satgas ingatkan prokes di zona oranye

Baca juga: Satgas: Rumah sakit rujukan COVID di Aceh nyaris penuh

Pewarta : Rahmat Fajri
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar