Pakar: Mitigasi bencana kekeringan harus diperkuat

id mitigasi,kemarau ,kekeringan

Pakar: Mitigasi bencana kekeringan harus diperkuat

Ilustrasi - Seorang petani memeriksa mesin diesel untuk menyedot air sungai Cisanggarung ke lahan pertanian di wilayah posko mitigasi kekeringan Desa Losari Lor, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (26/7/2019). ANTARA/Oky Lukmansyah/pras.

Purwokerto (ANTARA) - Pakar Hidrologi dan Sumber Daya Air Universitas Jenderal Soedirman Yanto, Ph.D mengingatkan mengenai pentingnya memperkuat mitigasi bencana kekeringan guna mengurangi dampak yang ditimbulkan.

"Upaya-upaya mitigasi bencana kekeringan harus dilakukan guna mengantisipasi musim kemarau yang sangat kering," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Dia menambahkan, upaya ini harus dilakukan kendati menurut prakiraan BMKG musim kemarau tahun ini lebih basah dari rata-rata normal.

"Walau menurut prakiraan BMKG musim kemarau tahun 2021 ini lebih basah dari rata-rata normal dan di sebagian besar wilayah, musim kemarau juga diperkirakan mundur dari tahun normalnya, namun upaya mitigasi tetap harus dilakukan," katanya.

Baca juga: KLHK harapkan mitigasi kekeringan masuk perencanaan pembangunan daerah

Baca juga: Pakar Unsoed: Mitigasi kekeringan perlu jadi prioritas


Dia juga kembali mengingatkan bahwa upaya mitigasi harus tetap dibarengi dengan beberapa strategi adaptasi perubahan iklim.

"Mitigasi saja tidak cukup sehingga perlu dibarengi dengan beberapa strategi adaptasi perubahan iklim, yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan kapasitas tampungan air dalam bentuk waduk, bendungan, situ, embung, sumur resapan, biopori maupun alat pemanen hujan," katanya.

Selain itu, kata dia, peningkatan efisiensi pengelolaan air serta modifikasi tata guna lahan dengan cara revegetasi lahan kosong dengan tanaman produktif seperti tanaman buah dan sayur hingga penerapan sistem irigasi hemat air.

"Dengan adanya mitigasi dan strategi adaptasi perubahan iklim diharapkan dapat berperan strategis dalam mengantisipasi dampak kekeringan," katanya.

Dia juga menambahkan upaya mitigasi perubahan iklim untuk mengurangi dampak kekeringan sangat penting dilakukan dan diarahkan pada pengurangan emisi gas rumah kaca.

Beberapa hal yang dapat dilakukan, kata dia, melalui penggunaan energi yang lebih bijak, penciptaan energi terbarukan, desain bangunan rendah energi, konservasi air, penghutanan dan lain sebagainya.*

Baca juga: Akademisi: Mitigasi kekeringan perlu disiapkan jelang puncak kemarau

Baca juga: Pakar: Perlu mitigasi perubahan iklim untuk antisipasi kekeringan


Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar