AS mungkin tidak akan memproses permintaan baru soal vaksin COVID

id FDA AS,izin penggunaan darurat (EUA),vaksin COVID-19

AS mungkin tidak akan memproses permintaan baru soal vaksin COVID

Finley Martin, 14 tahun, mengantri untuk menerima vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di klinik vaksin untuk anak berusia 12 hingga 15 tahun yang baru memenuhi syarat di Pasadena, California, AS, Jumat (14/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Lucy Nicholson/WSJ/sa.

Washington (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat pada Selasa (25/5) mengatakan bahwa mereka kemungkinan akan menolak peninjauan dan pemrosesan permintaan izin penggunaan darurat (EUA) yang baru untuk vaksin COVID-19 selama pandemi, jika perusahaan terkait belum memulai diskusi.

Sejauh ini vaksin buatan Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson telah mengantongi penggunaan darurat di Amerika Serikat.

Novavax telah berdiskusi dengan para regulator dan mengatakan tidak berharap mencari izin regulator untuk vaksin COVID-19 buatannya di AS, Inggris dan Eropa hingga kuartal ketiga 2021.

AstraZeneca juga telah membahas rencana vaksin COVID-19 miliknya dengan pejabat AS. Namun, Wall Street Journal awal Mei ini melaporkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk melewati izin penggunaan darurat AS dan malah mengejar permohonan yang lebih banyak memakan waktu demi lisensi lengkap untuk penjualan vaksin.

AstraZeneca maupun Novavax tidak langsung dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Sumber: Reuters
Baca juga: AS siap izinkan vaksin COVID-19 Pfizer bagi usia 12-15 tahun
Baca juga: AS bahas hak intelektual dengan eksekutif Pfizer dan AstraZeneca
Baca juga: AS sudah suntikkan 165 juta dosis vaksin COVID-19

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar