Kemarin, Presiden cermati arah pembangunan hingga teroris lintas batas

id presiden joko widodo,BNPT, Rapat koordinasi nasional pengawasan intern pemerintah tahun 2021

Kemarin, Presiden cermati arah pembangunan hingga teroris lintas batas

Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, (27/5/2021). ANTARA/BPMI Setpres-Muchlis Jr/pri. (ANTARA/BPMI Setpres-Muchlis Jr)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah peristiwa politik yang mewarnai pemberitaan nasional, Kamis (27/5) kemarin, masih menarik untuk disimak Jumat hari ini, mulai dari Presiden mencermati kesenjangan arah pembangunan pusat dan daerah hingga ribuan WNI menjadi teroris lintas batas.

Berikut sajian berita politik kemarin yang dirangkum LKBN ANTARA:

1. Presiden cermati kesenjangan arah pembangunan pusat dan daerah
Presiden RI Joko Widodo mencermati masih terjadinya kesenjangan arah pembangunan antara pusat dan daerah akibat kualitas perencanaan yang kurang optimal.

Selengkapnya disini

2. Moeldoko tegaskan KSP dan K/L dukung arahan Presiden soal pegawai KPK
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menekankan Kantor Staf Presiden (KSP) beserta kementerian/lembaga (K/L) solid mendukung dan melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo tentang polemik alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selengkapnya disini

3. Kasad pimpin kenaikan pangkat 33 Pati TNI AD
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin upacara korps kenaikan pangkat 33 perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Selengkapnya disini

4. Wapres resmikan Gedung K.H. Ma'ruf Amin Sukabumi
Wakil Presiden Ma’ruf Amin meresmikan Gedung K.H. Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Perguruan Yaspida Sukabumi, Jawa Barat, secara daring dari kediaman resmi wapres di Jakarta, Kamis.

Selengkapnya disini

5. BNPT sebut 1.500 WNI menjadi teroris lintas batas
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar menyebutkan berdasarkan data lembaganya sekitar 1.500 warga negara Indonesia (WNI) yang telah menjadi teroris lintas batas atau foreign terrorist fighters (FTF), 800 orang di antaranya belum pulang.

Selengkapnya disini

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar