Kedalaman Danau Sunter dipetakan

id Banjir rob,Jakarta Utara,pesisir Jakarta,Ali Maulana Hakim

Kedalaman Danau Sunter dipetakan

Hasil penggambaran peta bathimetri (kedalaman air) Danau Sunter Selatan sisi Timur yang dikirimkan melalui perangkat lunak komputer pada Jumat (28/5/2021). ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Utara.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Utara berkolaborasi dengan Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) TNI Angkatan Laut memetakan kedalaman Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, untuk mengantisipasi terjadinya banjir pesisir (rob) di wilayah Jakarta Utara.

"Kolaborasi (bersama) Pushidros TNI AL (dalam pemetaan) ini sangat membantu kami mengantisipasi banjir. Mempertinggi ukuran debit tampungan air di danau dan waduk untuk kita keruk sedimentasi lumpurnya," ujar Ali di kawasan Danau Sunter Selatan sisi Timur, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut akan mempertajam data analisa penanganan rob yang selama ini dilakukan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Pemerintah Kota Jakarta Utara, sehingga bisa diketahui volume debit air yang sesungguhnya.

Selain itu, menurut Ali, kolaborasi bersama Pushidros TNI AL dinilai akan sangat membantu Pemerintah Kota Jakarta Utara dalam menganalisis karakteristik rob di wilayah pesisir.

Ali mengatakan wilayah Jakarta Utara, yang langsung berbatasan dengan laut Teluk Jakarta serta ditambah dengan 13 aliran sungai mengarah ke Jakarta Utara, memang berpotensi banjir apabila tidak tertangani dengan baik.

Oleh karena itu, pemerintah penting memetakan kedalaman danau dan waduk tersebut dan mempelajari langkah-langkah yang bisa diterapkan dalam mengantisipasi rob di Jakarta Utara.

Wakil Komandan Pusat Hidro-Oseanografi (Pushidros) TNI Angkatan Laut Laksamana Muda TNI AL Budi Purwanto mengatakan karakteristik fenomena rob di pesisir Utara Jakarta akan bersama-sama dianalisa sekaligus dipetakan kedalamannya untuk keperluan pengerukan sedimen lumpur.

“Bersama-sama kami akan menganalisa rob di Jakarta Utara. Seandainya danau dan waduk itu mau dikeruk untuk meningkatkan debit airnya, kami akan memetakan dan menghitung berapa volume debit air yang sesungguhnya,” kata Purwanto.

Baca juga: Genangan di Pelabuhan Perikanan Muara Baru tidak sampai permukiman
Baca juga: Waspadai potensi rob di pesisir Jakarta pada 28-30 Mei

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar