BPPTKG pastikan tidak ada benda jatuh di Gunung Merapi

id Benda jatuh,Merapi,Yogyakarta

BPPTKG pastikan tidak ada benda jatuh di Gunung Merapi

Foto kilatan cahaya layaknya komet jatuh di puncak Gunung Merapi yang beredar di media sosial. ANTARA/HO-IG: @gunarto_song.

Yogyakarta (ANTARA) - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan terkait foto kilatan cahaya layaknya komet jatuh di puncak Gunung Merapi yang beredar di media sosial, disimpulkan bahwa tidak ada benda jatuh di gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

"Berdasarkan data pemantauan, pada saat kejadian tidak ada sinyal kegempaan dan suara sehingga kami menyimpulkan tidak ada benda yang jatuh di sekitar Merapi. Sampai saat ini, kejadian tersebut tidak berpengaruh pada aktivitas Merapi," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat.

Sebelumnya, beredar di media sosial foto yang ditengarai foto benda langit yang sedang jatuh di sekitar Gunung Merapi.

Baca juga: Awan panas guguran meluncur dari Gunung Merapi sejauh 1 km

Sehubungan dengan beredarnya berita tersebut, Hanik menyebutkan bahwa kamera CCTV yang berada di Deles (sisi timur Gunung Merapi) juga sempat merekam kilatan cahaya pada 27 Mei 2021 pukul 23.08.10 WIB.

Meski demikian, lanjut dia, tidak terdapat sinyal yang signifikan dari data kegempaan dan tidak dilaporkan terdengar suara atau terlihat kilatan cahaya dari pos-pos pemantauan Gunung Merapi.

Hanik mengatakan salah satu tugas BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi adalah melakukan mitigasi Gunung Merapi dan tidak memiliki tugas untuk mengamati benda langit.

"Sehingga kami tidak bisa memastikan benda apa yang terlihat dalam gambar tersebut," kata dia.

Ia menerangkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga kini masih cukup tinggi yaitu berupa aktivitas erupsi efusif yang ditandai dengan aktivitas pertumbuhan kubah lava, guguran, dan awan panas guguran. Tingkat aktivitas masih ditetapkan dalam tingkat siaga.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya," kata dia.

Baca juga: Warga Lereng Merapi gelar tradisi Syawalan arak ternak terapkan Prokes

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar