Wali Kota Jakarta Utara: Danau Sunter 2 dan PIK masuk wilayah pantauan

id Wali Kota Jakarta Utara,Ali Maulana Hakim,Kerumunan,Danau Sunter

Wali Kota Jakarta Utara: Danau Sunter 2 dan PIK masuk wilayah pantauan

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim saat ditemui wartawan di area Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (3/6/2021). (ANTARA/ Abdu Faisal)

Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan Danau Sunter 2 dan jalur menuju Pantai Indah Kapuk (PIK) adalah wilayah yang masuk pantauan aparatur Pemerintah Kota Jakarta Utara ketika memasuki hari libur atau tanggal merah.

"Ada beberapa lokasi yang kami antisipasi ya, selalu ini, Danau Sunter, Jalur ke PIK, seperti itu, kemudian ada sedikit di Pantai Marunda, beberapa lokasi lagi ada sedikit di ruang berkumpul sementara, tempat kumpul-kumpul itu dan ruang publik terpadu ramah anak," kata Ali saat ditemui wartawan di dermaga Terminal Peti Kemas Internasional Jakarta II, Jakarta Utara, Kamis.

Baca juga: Pengunjung Danau Sunter 2 bersitegang dengan petugas Satpol PP

Ali berharap mengerti betul bahwa setiap pengawasan yang dilakukan oleh aparatur Pemkot Jakarta Utara adalah untuk menyelamatkan masyarakat juga.

Dia mengatakan petugas bukan sengaja memarahi atau menindak ketika melakukan pengawasan protokol kesehatan.

Baca juga: Wisatawan Danau Sunter 2 abai terhadap protokol kesehatan

"Tidak sampai segitu, petugas mengingatkan mereka (masyarakat) saja, karena kadang-kadang mereka lupa," kata Ali.

Ali menyesali kejadian di Danau Sunter 2 Tanjung Priok beberapa waktu lalu, dimana saat petugas bergantian giliran (sif) jaga sekitar pukul 15.00 WIB sampai 16.00 WIB, masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan dengan berkerumun dan tidak mengenakan masker.

Baca juga: Kedalaman Danau Sunter dipetakan

"Di situ petugas agak sedikit kekurangan, kemudian (pengunjung) menjadi semakin banyak. Tapi setelah itu ada petugas datang lagi. Jadi tolong nanti saling mengimbau lah," kata Ali.

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar