Wapres ingatkan tiga tantangan pengelolaan zakat di Indonesia

id Wapres,Ma'ruf Amin,Forum Zakat,Munas IX

Wapres ingatkan tiga tantangan pengelolaan zakat di Indonesia

Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX Forum Zakat secara virtual dari Jakarta, Kamis (3/6/2021). (Asdep KIP Setwapres)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengingatkan lembaga pengelola zakat terkait tiga tantangan yang bisa dihadapi karena masih terdapat potensi dan ruang luas dalam penghimpunan zakat di Indonesia.

Hal itu disampaikan Wapres Ma’ruf Amin saat menjadi pembicara kunci sekaligus membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX Forum Zakat secara virtual dari Jakarta, Kamis.

"Setidaknya terdapat tiga tantangan besar yang mungkin dihadapi lembaga amil zakat ke depan, yaitu pertama ialah kemampuan untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan program-program Pemerintah," kata Wapres di Jakarta, Kamis.

Berbagai program pemerintah yang harus bersinergi dengan lembaga amil zakat tersebut khususnya terkait isu pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial, terlebih lagi dalam rangka pemulihan ekonomi di pandemi COVID-19, jelasnya.

Baca juga: Wapres sebut dua strategi utama Pemerintah atasi kemiskinan
Baca juga: Wapres: Indonesia mampu jadi produsen produk halal terbesar di dunia
Baca juga: Wapres minta Indonesia ekspansi pasar fesyen halal ke tingkat dunia


"Kedua, pengelolaan zakat harus yang akuntabel dan tepat sasaran serta memperhatikan standarisasi pengelolaan zakat secara global," tambah Wapres.

Tantangan ketiga, lanjut Wapres, ialah lembaga amil zakat harus bisa memastikan program pemberdayaan penerimaan zakat, yang terdiri atas delapan golongan asnaf (orang yang berhak menerima zakat), berjalan dengan lancar.

"Tantangan tersebut tidak cukup hanya dilakukan oleh pengelola zakat saja. Namun perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan, seperti asosiasi, Pemerintah, lembaga otoritas, masyarakat dan juga akademisi," katanya.

Oleh karena itu, Wapres berharap pelaksanaan Munas IX Forum Zakat dapat memperkuat tali silaturahmi antarlembaga pengelola zakat, sehingga menghasilkan program pemberdayaan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Zakat Bambang Suherman mengatakan pihaknya melakukan beberapa program pemberdayaan seperti peningkatan kompetensi dan kapasitas amil zakat, pendampingan organisasi pengelola zakat dan penciptaan ekosistem gerakan zakat.

"Agenda munas ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi Forum Zakat untuk membicarakan arah gerakan zakat ke depan, yakni melalui penguatan komitmen kolaborasi pemberdayaan masyarakat," ujar Bambang.


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar