Jakarta Timur gelar tanam serentak peringati Hari Lingkungan Hidup

id Hari Lingkungan Hidup,Hidroponik,Tanaman,Jakarta Timur

Jakarta Timur gelar tanam serentak peringati Hari Lingkungan Hidup

Ketua Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jakarta Timur Diah Anwar melakukan penanaman bibit tanaman hidroponik saat perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jakarta, Jumat (5/6/2021). ANTARA/Yogi Rachman

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar kegiatan penanaman aneka bibit tanaman secara serentak di 53 lokasi wilayah tersebut dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jakarta Timur Diah Anwar mengatakan salah satu lokasi penanaman bibit tanaman tersebut berada di kawasan rumah hijau (green house) Walkot Farm yang berada di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

"Hari ini kita memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Rangkaian yang dilakukan oleh tingkat provinsi dan jajaran sampai kecamatan, yang kita lakukan hari ini menanam serentak kemudian meluncurkan Akademi Urban Farming di Jakarta," kata Diah Anwar di Jakarta, Jumat.

Diah Anwar menambahkan sejumlah bibit tanaman juga ditanam di Walkot Farm dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut.

Baca juga: ACB serukan "normal better" di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Beberapa tanaman tersebut di antaranya adalah bayam merah, kangkung, sawi, pokcoy dan masih banyak lagi yang lainnya.

"Kami tadi menanam secara hidroponik, menanam di bawah kemudian ada juga yang kami petik. Kami juga menginginkan dari provinsi nanti melakukan panen raya di Jakarta Timur," ujar Diah Anwar.

Lebih lanjut, Diah berharap momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia dapat meningkatkan kesadaran khususnya warga Jakarta Timur untuk menjaga lingkungan, salah satunya dengan kegiatan menanam yang kini bisa dilakukan sekalipun dengan lahan terbatas.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap 5 Juni. Peringatan tersebut berawal ketika PBB menggelar konferensi pertama tentang lingkungan manusia di Swedia yang kemudian menghasilkan "Deklarasi Stockholm" pada 5 Juni 1972.

Baca juga: Volume sampah DKI hari pertama lebaran 2.142 ton

Pewarta : Yogi Rachman
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar