Warga DKI masih belum paham soal pendaftaran fakir miskin

id warga miskin jakarta

Warga DKI masih belum paham soal pendaftaran fakir miskin

Ilustrasi - Warga mencuci pakaian di pelataran kontrakannya di kawasan pemukiman padat penduduk, Petamburan, Jakarta. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/Spt/am.

Jakarta (ANTARA) - Banyak Warga DKI masih belum paham soal pendaftaran fakir miskin dan warga tidak mampu melalui sistem di Pusat Data dan Informasi Jaminan Sosial (Pusdatin Jamsos) Dinas Sosial Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Saya tidak mengerti, pastinya ribet apalagi melalui internet," ujar seorang buruh pekerja bangunan, Didi di Jakarta, Rabu.

Pernyataan itu terkait dengan rencana pendataan warga miskin Jakarta yang pendaftarannya selama tiga minggu mulai dari tanggal 7-25 Juni 2021.

Datanya nanti dipergunakan Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Didi melanjutkan, dirinya mengaku tidak mengerti cara memanfaatkan layanan itu melalui internet.

Didi bahkan tidak mengetahui adanya bantuan dana sosial tersebut serta berharap ada pengenalan kepada masyarakat yang tidak mengetahui cara mengakses internet.

Baca juga: Warga berharap program pendataan warga miskin tepat sasaran

Hal serupa juga disampaikan seorang sopir Angkot Trans Halim, Adi yang mengatakan ingin mendapat fasilitas itu, namun tidak mengetahui cara mendaftarnya.
Pekerja serabutan merupakan sasaran program bantuan dari Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta, hanya saja kendala perangkat internet bisa menjadi salah satu catatan keberhasilan program ini. ANTARA/Anisyah Rahmawati


"Bagus sih ada bantuan sosial seperti itu. Cuma bagaimana cara mengaksesnya," katanya mempertanyakan seraya memperlihatkan ponsel tuanya yang belum memiliki koneksi internet.

Adi berharap program tersebut menggandeng pengurus RT dan RW karena mereka yang lebih mengetahui kondisi warganya.

Sedangkan, Mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif Nahda Aqila, juga menyampaikan hal serupa.

 Menurut Aqila, program seperti ini cukup bagus, karena Pemprov DKI Jakarta cukup bijak dalam menangani fakir miskin dan tidak mampu.

Baca juga: BPS: Penduduk miskin di DKI Jakarta menurun 0,02 persen

Namun, terobosan ini, katanya, tetap harus disosialisasikan karena program pemerintah secara daring dan karenanya orang-orang fakir miskin dan tidak mampu mungkin sulit untuk mencerna dan mencari informasi semacam ini.

"Pemerintah seharusnya menyosialisasikan ini secara detail dan terjun langsung ke lapangan, agar informasinya jelas dan tepat sasaran. Mereka mungkin kesehariannya makan saja susah, apalagi ini harus memiliki gawai," ujar Aqila

Seorang karyawan kantoran, Hafiz Akbar juga menyampaikan bahwa sebenarnya program ini cukup bagus hanya sepertinya kurang niat, seharusnya nama program diperhatikan agar lebih dikenal.

Hafiz berharap program pemerintah ini tidak salah sasaran karena pendaftaran ini melalui internet jadi siapa saja bisa mendaftar, tidak menutup kemungkinan juga orang mampu nantinya akan banyak yang mendaftar.

Baca juga: Warga Miskin Jakarta Bertambah 51 Ribu Jiwa

Pewarta : Anisyah Rahmawat/Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar