Delegasi Uni Eropa bahas potensi investasi di Jabar

id Uni Eropa, Jawa Barat, Potensi Investasi

Delegasi Uni Eropa bahas potensi investasi di Jabar

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket berbicara dalam acara virtual European Union-West Java Business Roundtable, Jumat (11/6/2021). (ANTARA/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Delegasi Uni Eropa menggelar pertemuan bisnis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan para pelaku usaha di provinsi itu dalam rangka meningkatkan kerja sama investasi dan perdagangan kedua belah pihak.

"Ini merupakan salah satu kesempatan luar biasa untuk saling bertukar baik terkait dengan perdagangan, teknologi, know-how atau skill maupun investasi dari Eropa ke Jawa Barat," kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia  Vincent Piket  dalam acara virtual European Union-West Java Business Roundtable, Jumat.

Dubes Vincent mengatakan bahwa  Jawa Barat merupakan salah satu provinsi paling dinamis di Indonesia yang memiliki pertumbuhan dan kondisi ekonomi luar biasa serta pertumbuhan teknologi yang sangat pesat.

Oleh karena itu, Vincent menilai masih ada banyak potensi investasi dan perdagangan yang bisa dikembangkan oleh kedua belah pihak guna memperkuat hubungan bisnis antara Indonesia dan Uni Eropa.

Uni Eropa terdiri dari 27 negara anggota dan memiliki 450 juta penduduk yang menjadikannya sebagai salah satu pasar cukup besar --di samping Amerika Serikat dan China-- dalam blok ekonomi terbesar dunia.

"Kami adalah pasar ekspor terbesar keempat bagi Indonesia, dan sumber impor terbesar ketiga," katanya.

Namun demikian, Uni Eropa mencatatkan transaksi perdagangan lebih besar dengan Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam di kawasan ASEAN dibandingkan dengan Indonesia.

Uni Eropa merupakan investor nomor satu non-ASEAN. Namun, hanya sekitar 11 hingga 12 persen investasinya setiap tahun yang masuk ke kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, hanya 11 sampai 12 persen investasi Uni Eropa di ASEAN yang masuk ke Indonesia.

"Apa artinya? Kita masih jauh di bawah potensi kita bersama. Indonesia adalah ekonomi terbesar di ASEAN, namun sejauh ini belum menjadi mitra perdagangan besar bagi kami," kata Vincent menekankan.

Untuk itu, ia menilai bahwa masih ada potensi luar biasa yang masih belum dimanfaatkan dalam hubungan bilateral kedua belah pihak, terutama potensi investasi yang masih bisa diupayakan di Jawa Barat.

Untuk memanfaatkan potensi tersebut, Indonesia dan Uni Eropa telah menyepakati Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU CEPA), yang dimulai sejak 2016.

Vincent berharap komitmen untuk menyukseskan perjanjian kemitraan tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan transaksi perdagangan dan investasi yang menguntungkan untuk kedua belah pihak.

Oleh karena itu, rangkaian pertemuan bisnis yang diupayakan sejauh ini juga diharapkan dapat menggali potensi investasi dan mempromosikan perdagangan sehingga meningkatkan ekspor dan impor dan penciptaan lapangan pekerjaan bagi kedua pihak.

Baca juga: EU tegaskan komitmen kerja sama dengan ASEAN terkait sampah plastik

Baca juga: Pulihkan ekonomi, RI minta EU tak diskriminatif terhadap minyak sawit

Baca juga: RI-EU sepakat dorong akses vaksin yang adil dan merata melalui COVAX


 

Uni Eropa beri hibah tambahan dana riset COVID-19 di Indonesia


Pewarta : Katriana
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar