Salurkan BBM di pedesaan, Erick Thohir apresiasi kehadiran Pertashop

id bbm,pedesaan,menteri bumn,erick thohir,pertashop

Salurkan BBM di pedesaan, Erick Thohir apresiasi kehadiran Pertashop

Menteri BUMN Erick Thohir berbincang dengan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Quran dan penanggungjawab Pertashop Sumaryanto (kiri), saat meresmikan Pertashop di Ponpes Nurul Quran, Karang Pucung, Cilacap, Jateng, Minggu (11/4/2021). Pertamina menargetkan pembangunan 10.000 outlet Pertashop pada tahun 2021 dengan 1000 outlet dialokasikan untuk pesantren di seluruh Indonesia. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/hp/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi kehadiran Pertashop yang menyalurkan BBM di pedesaan.

“Alhamdulillah, dengan penyaluran dari Pertashop di sini, serta sinergi antar BUMN berkontribusi untuk pembangunan di Pedesaan, rakyat mendapat kemudahan akses BBM serta membuka lapangan kerja," ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menteri BUMN juga menyerahkan bantuan usaha berupa outlet bright gas kepada Ibu Neni salah satu figur yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu atas usahanya menghidupi keluarganya dengan cara menjadi penjual LPG keliling dengan sepedanya.

Sebagai bukti nyata komitmen wujudkan energi berkeadilan, Pertashop di Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyalurkan sebanyak rata-rata 500 liter BBM jenis produk Pertamax setiap harinya.

Hal ini diungkapkan Pemilik Pertashop 3P.46309 Haji Jojo, saat kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir, didampingi Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Alfian Nasution, dan Executive General Manager Pertamina Regional Jawa Bagian Barat Werry Prayogi, ke Pertashop di desa tersebut pada Minggu (13/6).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir juga menyerahkan bantuan usaha berupa outlet bright gas kepada Ibu Neni salah satu figur yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu atas usahanya menghidupi keluarganya dengan cara menjadi penjual LPG keliling dengan sepedanya.

Pertashop merupakan program dari Pertamina yang membuka kesempatan bagi wilayah-wilayah yang jauh dari lembaga penyalur Pertamina seperti SPBU untuk membuka akses energi kepada warga sekitarnya. Program ini selaras dengan program One Village One Outlet (OVOO) Pertamina yang memastikan di setiap desa memiliki satu lembaga penyalur Pertamina untuk menyalurkan energi ke pelosok negeri.

Saat ini, sudah dan siap beroperasi sebanyak 2100 unit Pertashop yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, dan untuk 2021, ditargetkan sebanyak 10 ribu Pertashop baru sudah dapat beroperasi. Khusus di wilayah Jawa Bagian Barat terdapat hampir mencapai 200 unit Pertashop yang telah melayani kebutuhan energi masyarakat.

“Kesempatan untuk membangun Pertashop masih terbuka lebar, kami mengajak para pengusaha, investor, pemerintah daerah, pengelola pondok pesantren dan siapa pun untuk bersama dengan Pertamina dan Pemerintah mewujudkan kemandirian energi dan ekonomi,” kata Executive General Manager Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Werry Prayogi.

Tinjauan Pertashop yang dilakukan memiliki banyak harapan ke depannya. Dengan harga dan kualitas yang sama dengan BBM yang dijual di SPBU, Pertamina berharap Pertashop dapat menjadi jawaban untuk pemerataan distribusi energi yang akan memberikan multiplier effect bagi perkembangan ekonomi di pedesaan.

Tidak hanya menjual BBM saja, Pertashop juga dapat menjual Bright Gas 5,5 Kg, Pelumas Pertamina dan produk barang/jasa lainnya.

Pertamina juga membuka kesempatan bekerja sama bagi seluruh pihak yang memenuhi persyaratan untuk dapat membantu meningkatkan perekonomian desanya melalui Pertashop.

Baca juga: Pertamina perlu sebar Pertashop secara merata di Tanah Air
Baca juga: Kementerian ESDM dorong Pertamina dirikan 10.000 Pertashop
Baca juga: Pertamina akan bangun 1.000 Pertashop di lingkungan pesantren

 

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar