Uni Eropa: Vaksin AstraZeneca harus dihentikan di atas usia 60 juga

id Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) ,Vaksin AstraZeneca,vaksinmRNA

Uni Eropa: Vaksin AstraZeneca harus dihentikan di atas usia 60 juga

Seorang perempuan menerima vaksin penyakit virus korona (COVID-19) AstraZeneca di pusat vaksinasi masal di arena olahraga WiZink di Madrid, Spanyol, Jumat (9/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Sergio Perez/rwa/aa.

Milan (ANTARA) - Negara-negara juga harus menghentikan pemberian vaksin COVID-19 Astrazeneca pada orang di atas usia 60 tahun, di tengah kekhawatiran pembekuan darah langka dan saat persediaan vaksin lebih banyak, kata kepala Satgas COVID regulator obat Uni Eropa, Minggu.

Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) menganggap suntikan Astrazeneca aman bagi semua kalangan usia. Namun, sejumlah negara anggota Uni Eropa menghentikan pemberian vaksin tersebut pada orang di bawah usia tertentu, biasanya berkisar antara 50-65 tahun, membatasi penggunaannya pada populasi yang lebih tua akibat kasus pembekuan darah langka, terutama di kalangan kaum muda.

"Dalam konteks pandemi, posisi kami adalah bahwa rasio risiko-manfaat tetap menguntungkan untuk semua kelompok usia," kata ketua Satgas COVID-19 Marco Cavaleri kepada surat kabar Italia La Stampa.

Namun, saat jumlah kasus COVID-19 menurun dan dengan mempertimbangkan bahwa populasi yang lebih mudah kurang berisiko terinfeksi COVID-19, Cavaleri mengatakan akan lebih baik menggunakan vaksin COVID-19 berdasarkan teknologi messenger RNA (mRNA), seperti vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech.

Ditanya apakah otoritas kesehatan harus menghindari pemberian vaksin Astrazeneca pada usia di atas 60 tahun, Cavaleri menjawab, "Ya, dan banyak negara, seperti Prancis dan Jerman, mempertimbangkannya mengingat ketersediaan vaksin mRNA yang lebih banyak."

Pemerintah Italia pada Jumat (11/6) mengatakan akan membatasi penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca pada orang di atas usia 60 tahun, setelah seorang remaja penerima vaksin tersebut meninggal akibat pembekuan darah langka.

Seperti banyak negara Eropa, Italia langsung menghentikan vaksinasi dosis AstraZeneca pada Maret atas kekhawatiran kasus langka pembekuan darah.

Vaksin digunakan kembali pada bulan berikutnya dengan rekomendasi bahwa produk tersebut "lebih disukai" digunakan untuk orang di atas usia 60 tahun, setelah EMA mengatakan khasiat vaksin lebih besar ketimbang risikonya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Spanyol izinkan dosis kedua AstraZeneca pada orang di bawah 60 tahun

Baca juga: Chile setujui dosis kedua vaksin AstraZeneca, dengan batas baru usia

Baca juga: Inggris cari suntikan AstraZeneca ekstra perangi varian COVID "beta"


 

AstraZeneca disebut lebih besar manfaat daripada efek sampingnya


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar