BPPT dorong riset dan inovasi untuk desa inovatif berdaya saing

id bppt,badan pengkajian dan penerapan teknologi,hammam riza,desa inovatif

BPPT dorong riset dan inovasi untuk desa inovatif berdaya saing

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza berbicara dalam Webinar Sistem Inovasi Daerah (SIDa), Cikal Bakal Brida?, Jakarta, Kamis (17/06/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendorong riset dan inovasi untuk membuat desa-desa menjadi inovatif agar berdaya saing dan mempercepat peningkatan ekonomi desa.

"Penerapan teknologi dan pengembangan inovasi desa sesuai dengan potensi dan budaya dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa Indonesia secara keseluruhan," kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam Webinar Sistem Inovasi Daerah (SIDa), Cikal Bakal Brida?, Jakarta, Kamis.

Hammam menuturkan untuk mengembangkan perekonomian desa diperlukan akses permodalan, teknologi, keterampilan serta kerjas ama antar desa agar bisa masuk di dalam rantai pasokan (supply chain) yang lebih luas.

Selain itu, juga perlu kolaborasi antar pemangku kepentingan termasuk Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) untuk mewujudkan desa inovatif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Hammam mengatakan desa-desa sangat membutuhkan hasil riset, teknologi dan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam yang dimiliki, dan mengembangkan potensi lokal termasuk produktivitas pertanian untuk meningkatkan ekonomi desa.

Baca juga: BPPT: Penguatan sistem inovasi dukung Indonesia mandiri dan maju

Baca juga: BPPT ingatkan pentingnya pengolahan limbah baterai kendaraan listrik


"Kita membangun keseluruhan desa kita, desa yang inovatif, desa yang akan menjadi menghela pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Wargiyati menuturkan kebanyakan masyarakat Indonesia berada di desa. Oleh karenanya, desa harus semakin didekatkan dengan pemanfaatan hasil riset, teknologi dan inovasi agar bisa berkembang dengan lebih baik.

Dia mengatakan dengan teknologi dan inovasi seperti yang dihasilkan lembaga riset dan lembaga pengkajian dan penerapan teknologi, produk-produk desa misalnya dari sektor pertanian dan usaha kecil dan menengah akan memiliki nilai tambah. Itu tentunya akan meningkatkan ekonomi desa dan menunjang kesejahteraan masyarakat desa.

"Ketika masyarakat kita generasi muda kita punya inovasi punya ilmu yang luar biasa dan pengembangannya bisa dimanfaatkan melalui BPPT ini juga bisa nanti menghasilkan rupiah dan menyerap tenaga kerja," ujar Wargiyati.

Dia berharap dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi secara masif di desa-desa, maka desa menjadi berdaya saing tinggi dan mendapatkan peningkatan ekonomi sehingga bisa mempercepat program pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan.

Baca juga: BPPT: Peningkatan TKDN untuk produk inovasi dukung kemandirian bangsa

Baca juga: BPPT dan lintas institusi lahirkan produk inovasi tangani COVID-19

Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar