Menkes: Oksigen industri dialihkan ke RS atasi lonjakan kasus COVID-19

id Tabung Oksigen,COVID-19,Budi Gunadi Sadikin

Menkes: Oksigen industri dialihkan ke RS atasi lonjakan kasus COVID-19

Penjual oksigen isi ulang mengecek tabung oksigen yang kosong di Jl Kusbini, Klitren, Yogyakarta, Rabu (23/6/2021). Pedagang mengaku oksigen isi ulang mulai langka sejak Senin (21/6) menyusul tidak adanya pasokan dari distributor pasca melonjaknya kasus COVID-19 di Yogyakarta. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan para produsen oksigen untuk mengalihkan oksigen segmen industri guna pemenuhan kebutuhan rumah sakit dalam menghadapi peningkatan kasus COVID-19.

“Kami sudah mendapatkan komitmen dari supplier (pemasok) oksigen ini, bahwa mereka bisa mengalihkan kapasitas oksigen buat industri ke medis, karena kapasitas oksigen industri itu bisa diisi oleh perusahaan-perusahaan oksigen lainnya,” kata Budi dalam konferensi pers daring yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Kemenperin pastikan tabung oksigen tercukupi antisipasi lonjakan COVID

Budi menjelaskan selama ini sebesar 75 persen dari total produksi tabung oksigen di Indonesia disalurkan untuk kebutuhan industri, dan 25 persen sisanya untuk kebutuhan medis.

Namun, dengan kesepakatan untuk memenuhi kebutuhan pasien COVID-19, pasokan oksigen terhadap industri itu akan dialihkan untuk kebutuhan medis ke berbagai rumah sakit. Dengan begitu, Budi menjamin kebutuhan oksigen akan terpenuhi untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19.

"Kapasitas perusahaan (produsen oksigen) ini adalah 75 persen ini siap diberikan untuk menyuplai oksigen di rumah sakit. Ya sehingga dengan demikian kita masih punya room cukup," ujarnya.

Baca juga: Menkes: Profesi bidan mendominasi pelayanan kesehatan di Indonesia

Budi juga meminta pihak rumah sakit lebih sering mengisi ulang tabung oksigen karena kebutuhan oksigen sangat meningkat pesat.

“Karena sekarang penggunaannya lebih sering, ya, mungkin seminggu sekali diganti atau tiga hari sekali diganti," ujarnya.

Saat ini terdapat 4 pabrik tabung oksigen berada di Jawa Barat, satu pabrik di Jawa Tengah, dan empat pabrik di Jawa Timur. Jika di Jawa Tengah terdapat kelangkaan tabung oksigen, maka pasokan dari Jawa Barat dan Jawa Timur akan mengkompensasi pemenuhan kebutuhan tersebut.

Baca juga: Menkes minta RS konsentrasi rawat pasien bergejala

Budi sudah meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk memastikan keamanan dan kelancaran logistik tabung oksigen dari pabrik ke rumah sakit.

“Kalau ada apa-apa di Jawa Tengah, kita bisa mengisi (pasokan) dengan truk-truk (tabung oksigen) dari Jawa Barat dan Jawa TImur. Kita sudah berkoodinasi juga dengan Kapolri dan Panglima TNI agar logistik oksigen ini aman,” ujar mantan Wakil I Menteri BUMN ini.

#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua 

Baca juga: Menkes: Varian India B1617.2 dominasi COVID19 Jakarta-Kudus-Bangkalan

Baca juga: Kemenkes RI kirim 30 alat ventilator ke Bangkalan


Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar