Anies diminta lebih serius dan fokus tangani COVID-19 di Jakarta

id Hardiyanto Kenneth,Anggota DPRD DKI,COVID-19,Penanganan COVID-19 Jakarta,Anies Baswedan

Anies diminta lebih serius dan fokus tangani COVID-19 di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) bersama Pangdam Jaya, Mayjen TNI Mulyo Aji, inspeksi kesiapan Rusun Nagrak, yang dijadikan lokasi alternatif tempat isolasi terkendali pasien tanpa gejala COVID-19, untuk mengurangi beban Wisma Atlet, Kamis (24/6/2021). ANTARA/Twitter/@aniesbaswedan/pri.

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth meminta Gubernur Anies Baswedan lebih serius dan fokus untuk menangani pandemi COVID-19.

"Pak Anies harus lebih fokus dan serius lagi dalam menangani Pandemi COVID-19 ini agar cepat selesai dan tuntas," kata Kenneth dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Kenneth juga meminta Anies mengedukasi dan mensosialisasikan pesan yang jelas terhadap warga DKI Jakarta, serta bisa membuat sejumlah terobosan baru terkait penanganan COVID-19.

Anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan agar tidak merealisasikan wacana pengangkutan jenazah COVID-19 menggunakan truk karena tidak manusiawi.

Menurut Kenneth, hal tersebut juga dipicu karena faktor dari ketidakseriusan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dalam menangani Pandemi COVID-19 yang sudah mewabah dan menjadikan pemerintahan "auto pilot" lantaran tidak ada arahan yang jelas dari orang nomor satu di Jakarta itu.

Selama ini, Kenneth menilai Anies hanya memperbanyak wacana dalam menangani pandemi COVID-19 dan tidak memberikan contoh.

Seperti, lanjut dia, ketika Anies yang meminta warga untuk tetap di rumah, tetapi seringkali ia malah terlihat bersepeda bersama keluarga dan sejumlah orang dalam jumlah cukup besar.

"Pemimpin itu harus bisa memberikan contoh yang baik bagi warga, jangan satu sisi menghimbau warga untuk selalu di rumah saja tetapi satu sisi malah memberikan contoh bersepeda bersama keluarga dan sejumlah orang hingga menyebabkan kerumunan, hal tersebut bisa menimbulkan kontradiksi di mata masyarakat, dan jadi masalah dalam penanganan COVID-19 di Jakarta," ucapnya.

Kenneth juga meminta Anies Baswedan untuk menghentikan dulu kegiatan kunjungan ke sejumlah daerah yang dilakukan belakangan ini dan lebih berfokus dalam penanganan COVID-19 di Jakarta.

"Pak Anies seharusnya fokus dulu dalam penanganan COVID-19 dahulu di DKI Jakarta, jangan dulu road show ke sejumlah kota dengan menghadiri panen raya. Jangan lah (ada kesan) berpolitik dulu pada saat ini, selesaikan dulu penanganan Pandemi COVID-19 di Jakarta, saya yakin jika Pak Anies mampu menangani COVID-19 di Jakarta dengan baik itu akan bisa menjadi modal di 2024, dan otomatis sejarah akan mencatat kalau Pak Anies bisa membawa DKI Jakarta keluar dari pandemi ini," tuturnya.

Kenneth mengingatkan Anies memperbanyak aksi dan bergerak bersama secara sistematis serta terorganisir melalui arahan yang jelas untuk menangani COVID-19.

Diketahui, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat penyebaran COVID-19 harian di Jakarta kembali mencatat rekor hingga menambah 9.271 kasus pada Sabtu ini.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jakarta pada laman "corona.Jakarta.go.id", Sabtu, penambahan kasus positif COVID-19 di Jakarta sebanyak 9.271 kasus sehingga jumlah total konfirmasi pasien positif meningkat dari 501.396 kasus menjadi 510.667 kasus.

Penambahan kasus positif COVID-19 di Jakarta pada hari ini merupakan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) pada sehari sebelumnya yakni pada Jumat kemarin.

Untuk data tes PCR pada Jumat (25/6) dengan perincian tes terhadap 30.549 spesimen terdiri dari 22.911 orang yang baru dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 9.271 positif dan 13.640 negatif.

Baca juga: Anies: Kondisi pasien COVID lebih cepat memburuk karena varian baru
Baca juga: Anies sebut tenda darurat pasien COVID sudah dipasang pada 22 RS
Baca juga: Anies lakukan inspeksi ke tenda darurat RSUD Kramat Jati

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar