Al Kifayah koordinir bantuan logistik KBRI Kuala Lumpur

id Malaysia,KBRI Kuala Lumpur,Bantuan Logistik

Al Kifayah koordinir bantuan logistik KBRI Kuala Lumpur

Petugas yang mengawal bantuan logistik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur ke Damansara Damai, Petaling Jaya, Selangor. ANTARA/HO-KBRI Kuala Lumpur/am.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Salah satu ormas anggota Aliansi Organisasi Masyarakat Indonesia (AOMI) di Malaysia, Al Kifayah Rokam Bungkar (Al Kifayah) turut mengkoordinir penyaluran bantuan logistik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur ke Damansara Damai, Petaling Jaya, Selangor.

"Bantuan logistik 958 paket diserahkan kepada 32 perwakilan yang dikoordinasikan tiga Ormas selain Al Kifayah yakni Ikatan Keluarga Madura (IKMA) Malaysia, Himaka Malaysia dan DPLN SBMI Malaysia," ujar Kordinator Pendataan Bantuan Logistik dan Rekalibrasi Al Kifayah, Jamal di Kuala Lumpur, Senin.

Dia mengatakan distribusi dari kedutaan diserahkan oleh Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar, kepada para perwakilan atau Person in Charge (PIC).

"Dalam pendistribusian tersebut pihak kami dibantu oleh Persatuan Penduduk Damansara Damai Baru (NAIRA) dengan menurunkan 15 anggota Biro Keselamatan, Sekretaris dan Komite untuk dibagikan kepada para pekerja migran Indonesia di kawasan tersebut," katanya.

Baca juga: Banlog pemerintah RI ke pekerja di Malaysia lebih 75 ribu paket

Pihak NAIRA dan semua pejabat setempat termasuk Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menyambut baik kegiatan tersebut karena masih mengutamakan protokol kesehatan dalam distribusi bantuan.

Sekretaris Al Kifayah, Yuri Buchari mengatakan organisasi ini dibentuk karena mereka merasa satu keturunan dari Rokam Bungkar Madura dan diantara paling awal merantau ke Malaysia.

"Sebagian besar merupakan penduduk tetap (IC merah) dan sebagian anak-anaknya sudah menjadi warga negara Malaysia," katanya.

Namun demikian anggota Al Kifayah ada yang dari daerah lain termasuk dari Kabupaten Sampang dan sebagian ada yang kawin dengan orang di luar Pulau Madura dan mendaftar anggota keluarganya sebagai anggota.

"Kami ada kas dari anggota paling sedikit RM10 (Rp34 ribu) tiap bulan. Uang digunakan untuk membantu anggota keluarga yang meninggal atau sakit, baik di kampung maupun di Malaysia. Khusus yang meninggal kami tanggung biaya hingga separuh, yang sakit kami ganti tiket kepulangannya," katanya.

Baca juga: Pemerintah fasilitasi lagi pemulangan 131 PMIB dari Malaysia

Baca juga: Malaysia lanjutkan penguncian total

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar