Satgas COVID-19 Kota Depok imbau ikuti arahan MUI terkait Shalat Jumat

id satgas covid-19 depok,pemkot depok,hukum depok

Satgas COVID-19 Kota Depok imbau ikuti arahan MUI terkait Shalat Jumat

Balaikota Depok. ANTARA/Feru Lantara.

Depok (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Depok Jawa Barat mengimbau umat Islam mengikuti arahan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tidak menggelar Shalat Jumat di masjid namun menggantinya dengan Salat Dzuhur di rumah bagi wilayah zona merah.

"Kami menghimbau kepada Umat Islam untuk dapat mengikuti arahan MUI ini. Demikian pula untuk umat agama yang lainnya, diimbau untuk menghindari pelaksanaan ibadah yang dilakukan secara bersama," kata Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangannya, Rabu.

Hal ini disampaikannya seiring dengan pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di wilayah tersebut.

Idris yang juga menjabat sebagai Wali Kota Depok mengingatkan warga Depok untuk tetap berada di rumah, kecuali untuk kepentingan mendesak dan kedaruratan.

Pelaksanakan kebijakan pengetatan PPKM tersebut diatur dalam Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/263/kpts/Dinkes/Huk/2021, yang berlaku mulai 29 Juni sampai 5 Juli 2021.

Baca juga: Satgas COVID-19 Depok memperkuat penerapan aturan PPKM mikro
Baca juga: Pemkab Bantul perpanjang kebijakan PPKM Mikro hingga 5 Juli
Baca juga: Satpol PP membubarkan pengunjung restoran di Medan Timur

Dalam minggu ini Kota Depok bersama sembilan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat kembali masuk ke dalam kategori daerah dengan zona risiko tinggi atau zona merah dengan score 1,8. Sebelumnya Kota Depok selama 22 minggu berada di zona risiko sedang (oranye), namun pekan ini masuk zona merah.

Dengan kondisi tersebut, maka Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok mengajak masyarakat agar terus memperkuat pelaksanaan PPKM Mikro dan melakukan langkah-langkah mikro lockdown bagi RT zona merah atau area yang berdasarkan pertimbangan Satgas Kampung Siaga Tangguh Jaya (KSTJ)/Satgas Kelurahan/Satgas Kecamatan perlu dilakukan mikro lockdown.

Lalu, meningkatkan penerapan protokol kesehatan bagi setiap individu warga dan protokol kesehatan di tempat-tempat umum.

Untuk warga yang membutuhkan pelayanan pengaduan, saat ini selain pelayanan pengaduan di masing-masing Puskesmas, sudah ditunjuk narahubung di setiap kecamatan dari unsur Tim Pengawas COVID-19 kecamatan.

Sementara untuk layanan ambulans, selain 119 dan Puskesmas, warga dapat menghubungi ambulans Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta ambulans PMI Kota Depok.

Untuk penguburan jenazah, takziyah, tahlilan diikuti oleh keluarga maksimal 15 orang. Pengajian rutin, subuh keliling dan ibadah bersama di luar tempat ibadah untuk sementara ditiadakan.

Pewarta : Feru Lantara
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar