Usai pelatihan barista, lima pemuda Gianyar usaha warung kopi

id gianyar, pemkab gianyar, bupati gianyar, PKK Gianyar, pelatihan barista

Usai pelatihan barista, lima pemuda Gianyar usaha warung kopi

Ketua PKK Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra berfoto bersama dengan peserta pelatihan barista yang sudah menerima sertifikat. ANTARA/HO- Humas Pemkab Gianyar.

Gianyar, Bali (ANTARA) -
Pelatihan barista oleh pemerintah Kabupaten Gianyar, provinsi Bali, untuk generasi muda memberikan hasil dengan lima alumni peserta pelatihan, mendirikan warung kopi atau coffee shop.
 
"Pemkab Gianyar melalui TP. PKK Kabupaten Gianyar dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar beberapa waktu yang lalu memberikan pelatihan barista kepada 17 orang anak-anak muda. Pelatihan yang digelar selama 20 hari tersebut kini telah berhasil mencetak wirausaha-wirausaha muda. Terbukti, 5 orang dari mereka telah membangun usaha coffee shop sendiri," kata Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, Ketua PKK Gianyar, Jumat.

Kelima generasi muda itu yakni I Wayan Dede Ananda Kusuma mendirikan Istoria Coffee, I Made Aditya Darma Putra mendirikan Speed Coffee juga kini menjadi pengajar barista di IPB Internasional Bali, I Gusti Ayu Reina Cahyanti mendirikan Simpang Coffee juga menjadi pengajar ekstrakurikuler di SMK Pariwisata, Kadek Eric Saputra mendirikan Nepi Kopi, dan Kadek Agus Darsana Budi mendirikan Mondela Coffee dan segera membuka cabang baru di Denpasar.
 
Mereka berani dan telah berhasil mempraktekkan program PKH (Pendidikan Kecakapan Hidup) yang telah diberikan Pemkab Gianyar. Melalui pelatihan Barista tersebut mereka memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

"Saya bangga, pelatihan ini telah berhasil membentuk wirausaha-wirausaha muda, pelatihan yang kami berikan bermanfaat bagi mereka, dan ilmu yang mereka dapatkan ini sudah bersertifikasi nasional, diakui secara nasional, ini luar biasa," ujar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra.

Baginya kesuksesan dari pelatihan barista tersebut terbukti saat para peserta yang mengikuti pelatihan mampu menerapkan ilmu yang mereka dapatkan.
Program PKH pelatihan barista tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak muda generasi milenial untuk memiliki sebuah skill meracik kopi.

"Karena saat ini tidak hanya orang tua saja yang minum kopi namun kalangan anak muda pun banyak penikmat kopi. Sehingga banyak cafe, coffee shop ataupun kedai kopi yang kita lihat di sepanjang jalan. Ini sudah menjadi tren anak muda, sehingga inilah yang menjadi dasar kami membuat pelatihan Barista yang berbasis kompetensi,” ujar Surya Adnyani Mahayastra saat menyerahkan sertifikat kompetensi di Sekretariat PKK Gianyar.

Dirinya berharap, mereka yang belum menerapkan keterampilan yang diperoleh, agar memiliki keberanian untuk memulai dan mengikuti jejak rekan-rekannya yang lebih dulu terjun ke dunia usaha.

"Ayo, mulai bergerak, milikilah keberanian, mulai dulu dengan hal-hal kecil, nanti keberanian muncul dan lebih percaya diri, astungkara kalian semua menjadi orang sukses," tandasnya memberi semangat.

Baca juga: Jajaki kerja sama, Dubes India kunjungi beberapa UMKM di Gianyar
Baca juga: Nasabah BRI Ni Ketut Bakati Anggareni jadikan kerajinan Bali mendunia
Baca juga: Cetak barista, perkuat industri kopi di Bali

Pewarta : Adi Lazuardi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar