Polisi sekat 170 titik di Jateng selama PPKM darurat

id Kabid humas polda jateng

Polisi sekat 170 titik di Jateng selama PPKM darurat

Petugas memutar balik pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua di Pos Penyekatan Jembatan Timbang Ajibarang, Banyumas, Jateng, Minggu (9/5/2021). Terdapat delapan titik penyekatan di Kabupaten Banyumas yang dijaga oleh petugas gabungan TNI, Polri dan Dishub, serta sejumlah jalur ÒtikusÓ dan posko penjagaan di tiap-tiap Polsek di wilayah Kabupaten Banyumas. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/hp. (ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIA)

Semarang (ANTARA) - Kepolisian melakukan penyekatan di 170 titik yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Tengah selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Alqudusy dalam siaran pers di Semarang, Senin, mengatakan, 170 titik penyekatan tersebar di 35 polres.

"Masing-masing lokasi penyekatan memiliki waktu pelaksanaan berbeda-beda," katanya.

Titik penyekatan ini, lanjut dia, bertujuan untuk menekan mobilitas masyarakat selama masa PPKM darurat.

Baca juga: Luhut: Karyawan sektor nonesensial WFH tidak bisa dipecat sepihak
Baca juga: Batasi mobilitas warga, sejumlah akses jalan di Yogyakarta disekat
Baca juga: Tak terima kena penyekatan PPKM Darurat, petugas tilang pengendara


Selain 170 titik penyekatan, kata dia, kepolisian juga menyiagakan 42 titik "check point" di berbagai perbatasan kabupaten/kota.

Melalui puluhan "check point" tersebut, menurut dia, mobilitas masyarakat antardaerah dapat ditekan sehingga kasus COVID-19 bisa menurun.

Sebelumnya diberitakan, di Jawa Tengah terdapat 13 daerah yang masuk dalam wilayah berstatus level 4 saat PPKM Darurat atau daerah dengan 150 kasus COVID-19 per 100.000 jiwa per minggu, perawatan di rumah sakit lebih dari 30 orang per 100.000 jiwa per minggu dan kasus kematian lebih dari 5 orang per 100.000 jiwa per minggu.

Ke-13 daerah tersebut meliputi Kabupaten Sukoharjo, Rembang, Pati, Kudus, Klaten, Kebumen, Grobogan, Banyumas, Kota Tegal, Surakarta, Semarang, Salatiga, dan Magelang,

Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar