Kedubes jelaskan tentang penerbangan untuk warga Jepang dari Indonesia

id warga negara jepang,penerbangan khusus jepang,evakuasi warga jepang,lonjakan kasus covid 19,kedubes jepang

Kedubes jelaskan tentang penerbangan untuk warga Jepang dari Indonesia

Ilustrasi - Sejumlah calon penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Jepang mengonfirmasi adanya penerbangan khusus untuk mengangkut warga negara Jepang dari Indonesia, di tengah lonjakan kasus COVID-19.

“Penerbangan yang dilakukan tadi pagi terlaksana atas inisiatif dari perusahaan swasta Jepang, dan bukan usaha evakuasi maupun repatriasi dari pemerintah Jepang,” demikian keterangan Kedubes Jepang di Jakarta, Rabu.

Kedutaan menjelaskan bahwa sama halnya dengan Indonesia dan negara-negara manapun, Jepang juga masih mengadakan pembatasan masuk bagi orang-orang dari luar negeri.

Pembatasan itu dilakukan untuk menjaga kapasitas pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di bandara beserta petugas medisnya, dan fasilitas karantina bagi mereka yang datang dari luar negeri ini dapat beroperasi dengan baik.

Baca juga: Pemerintah Jepang berikan bantuan vaksin COVID-19 untuk Indonesia

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato menyebut bahwa maskapai komersial Jepang akan mengoperasikan penerbangan khusus dari Indonesia pada Rabu, karena permintaan warga Jepang atas kekhawatiran mengenai penyebaran virus corona, terutama varian Delta.

Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan 14 warga negara Jepang yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Indonesia, per 12 Juli 2021.

"Dari sudut pandang melindungi warga negara Jepang, kami telah memutuskan untuk mengambil tindakan sehingga warga Jepang yang ingin kembali dapat kembali ke Jepang sesegera mungkin dan sebanyak mungkin," ujar Kato, seperti dilaporkan Nikkei Asia.

"Setelah itu, kami berencana untuk melakukan tindakan serupa sebagai respons terhadap permintaan dari warga Jepang,” ia menambahkan.

Menurut Kedubes Jepang, pernyataan Kato merujuk pada bantuan berupa penambahan kuota bagi warganya yang akan masuk kembali ke Jepang, juga sambil menjaga kapasitas medis dan fasilitas karantina, serta hal-hal lain pendukung lainnya agar dapat beroperasi dengan baik dalam menerima kepulangan mereka.

Per Selasa (13/7), Indonesia mencatat rekor infeksi harian sebanyak 47.899 kasus dengan 864 kematian baru.

Angka tersebut menjadikan total kasus positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 2.615.529, dengan total kematian 68.219.

Baca juga: Indonesia-Jepang kerja sama cegah COVID-19 di tempat kerja
Baca juga: Pemerintah terima vaksin AstraZeneca sumbangan Jepang


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar