Pemprov Jatim menyisir wilayah yang alami kendala vaksinasi COVID-19

id pemprov jatim,vaksinasi jatim,pengendalian covid-19

Pemprov Jatim menyisir wilayah yang alami kendala vaksinasi COVID-19

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela meninjau vaksinasi untuk pelajar di SMA Negeri 5 Surabaya, Rabu (14/7/2021). (ANTARA/Fiqih Arfani)

Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyisir wilayah-wilayah yang mengalami kendala program vaksinasi sebagai upaya mengendalikan COVID-19, terutama di wilayah setempat.

"Kami terus menyisir wilayah mana saja yang mengalami kendala dalam vaksinasi. Intinya jangan sampai ada yang terlewat dan tidak mendapatkan vaksin," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ditemui di sela meninjau vaksinasi di SMA Negeri 5 Surabaya, Rabu.

Sasaran vaksinasi, kata dia, tak hanya untuk masyarakat di kota-kota, namun harus menyasar warga yang tinggal di wilayah pegunungan, kepulauan, pesisir, hingga pedalaman.

Gubernur Khofifah menargetkan 70 persen warga Jatim telah menerima vaksinasi pada Agustus 2021 sehingga kekebalan komunal atau herd immunity dapat segera tercapai.

"Insya Allah 17 Agustus mendatang atau bertepatan dengan HUT Ke-76 RI, sebanyak 70 persen warga Jatim telah menerima vaksinasi, setidaknya untuk dosis pertama. Dengan catatan kebutuhan vaksin terpenuhi," ucapnya.

Pihaknya berkomitmen untuk selalu bekerja keras demi percepatan terwujudnya herd immunity agar pandemi COVID-19 segera berakhir, dan Indonesia bisa bangkit.

"Saya menyebutnya sebagai 'hadiah' Warga Jatim untuk HUT RI," kata orang nomor satu di Pemprov Jatim itu.

Khofifah menyebut, kesadaran masyarakat Jatim akan pentingnya vaksinasi terus meningkat yang dibuktikan dengan tingginya antusiasme memperoleh vaksin.

"Kita harus menangkan 'peperangan' ini dengan cara kerja sama dan gotong royong. Semua kepala daerah di Jatim, vaksinator, relawan, dan seluruh elemen masyarakat punya komitmen sama untuk bisa sesegera mungkin lepas dari pandemi," tuturnya.

Terkait kebutuhan vaksin di Jatim, Khofifah mengatakan dengan bertambahnya luasan atau cakupan vaksinasi maka bertambah pula kebutuhannya.

Baca juga: Khofifah minta forkopimda siagakan armada jamin ketersediaan oksigen

Baca juga: Ambulans vaksinasi "dari pintu ke pintu" di Jatim mulai dioperasikan

Sebelumnya kebutuhan vaksin bagi penduduk berusia 18 tahun ke atas sekitar 22,9 juta dosis maka dengan penambahan anak-anak usia 12-17 tahun kebutuhan menjadi 28 juta dosis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi menyampaikan vaksinasi bagi pelajar di Surabaya dilakukan di SMA Negeri 5, SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 6.

Vaksinasi bagi pelajar, lanjut dia, juga diselenggarakan di beberapa sekolah di Jombang dan Tuban.

Wahid mengatakan vaksinasi bagi pelajar merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan RI tertanggal 5 Juli 2021 yang menyebutkan anak-anak berusia 12 tahun hingga 17 tahun bisa divaksin.

Pada kesempatan sama, turut hadir mendampingi Gubernur Khofifah adalah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar.

Baca juga: Polda Jatim bentuk satgas jaga ketersediaan obat dan oksigen

Baca juga: Dinkes Jatim sebut varian baru sudah tersebar di tiga daerah

 

Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar