AstraZeneca minta Thailand perpanjang tenggat pengiriman vaksin

id thailand,vaksin,covid-19,astrazeneca

AstraZeneca minta Thailand perpanjang tenggat pengiriman vaksin

Seorang biksu Buddha menerima satu dosis vaksin penyakit virus corona Sinovac (COVID-19) buatan China di sebuah kuil di Bangkok, Thailand, Jumat (2/4/2021). REUTERS/Chalinee Thirasupa/RWA/sa.

Bangkok (ANTARA) - AstraZeneca telah meminta Thailand untuk mengundurkan tenggat pengiriman 61 juta dosis vaksin COVID-19 hingga lima bulan lagi, kata seorang deputi menteri, Kamis (15/7).

Permintaan AstraZeneca itu dinilai akan semakin memperlambat program vaksinasi di negara tersebut.

Deputi Menteri Kesehatan Thailand Sathit Pitutacha mengatakan AstraZeneca saat ini memiliki kapasitas produksi 15 juta dosis vaksin per bulan di pabrik mereka di Thailand dan kapasitas itu dapat diperbesar lagi.

AstraZeneca belum memberi komentar atas pernyataan Sathit itu, yang diungkapkan dalam sebuah wawancara dengan saluran TV MCOT.

Namun, permintaan AstraZeneca itu disebabkan oleh lambatnya peningkatan produksi oleh mitra lokal, yang menghadapi masalah dalam pembuatan awal dan pengiriman.

Perusahaan itu meyakini akan kembali berproduksi mulai bulan ini untuk memenuhi pasokan yang dijanjikan kepada Thailand dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

AstraZeneca telah berjanji untuk memberikan 40 persen produksi vaksinnya kepada Thailand, kata Sathit, dan Thailand akan meminta lebih banyak dosis kepada perusahaan itu.

"Kami harus berunding dengan mereka, karena dalam situasi seperti ini kita memerlukan lebih banyak vaksin," kata Sathit.

"Kami menginginkan 10 juta dosis seusai rencana awal 10 juta dosis," kata dia, menyebut target pengiriman per bulan.

Pemerintah Thailand pada Rabu mengatakan tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor vaksin AstraZeneca yang diproduksi secara lokal untuk menghadapi pandemi.

Menanggapi pertanyaan tentang rencana Thailand tersebut, AstraZeneca mengatakan bahwa vaksin yang mereka buat di negara itu "sangat penting" bagi negara-negara tetangganya yang juga tengah berjuang menghadapi pandemi.

"Kami aktif bekerja sama dengan pemerintah Thailand dan negara-negara Asia Tenggara lain untuk memberi akses vaksin yang adil di wilayah itu," kata perusahaan tersebut.

Thailand sedang menghadapi wabah COVID-19 terburuk dan mencatat 98 kematian akibat infeksi virus corona pada Kamis, menambah jumlah totalnya menjadi 3.032 sejak awal pandemi.

Gugus tugas COVID-19 Thailand juga melaporkan 9.186 kasus baru, sehingga total kasus infeksinya mencapai 372.215.

Program vaksinasi Thailand dimulai pada Juni dan baru sekitar lima persen dari 66 juta penduduk negara itu yang telah divaksin secara lengkap.

Sumber: Reuters

Baca juga: Tingkatkan perlindungan, Thailand campur vaksin Sinovac & AstraZeneca

Baca juga: Penguncian COVID-19 ibu kota Bangkok diperketat

Baca juga: 618 Nakes Thailand terinfeksi COVID meski sudah divaksin Sinovac


 

Dua vaksin COVID-19 Thailand masuki tahap uji coba pada manusia


Pewarta : Anton Santoso
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar