Positif COVID-19 di Denpasar bertambah 362 kasus

id Pemkot Denpasar,Covid-19,Prokes,kasus Covid-19

Positif COVID-19 di Denpasar bertambah 362 kasus

Juru Bicara GTPP COVID-19 Denpasar, I Dewa Gede Rai. ANTARA/I Komang Suparta.

Denpasar (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Denpasar, Bali menyebutkan data harian warga terpapar positif bertambah sebanyak 362 orang atau naik dibandingkan sehari sebelumnya yang bertambah 343 orang.

Juru Bicara GTPP Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai di Denpasar, Kamis, mengatakan tren penularan COVID-19 di Denpasar masih tinggi.

"Hari ini selain kasus positif COVID-19 bertambah sebanyak 362 orang, kasus meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif tercatat sebanyak 4 orang," katanya.

Ia mengatakan meski masih tingginya warga terpapar COVID-19, tapi hari ini tercatat pasien sembuh sebanyak 106 orang sehingga masyarakat harus terus waspada dan disiplin penerapan protokol kesehatan, taati aturan saat penerapan PPKM Darurat.

Baca juga: Pemkot Denpasar semprotkan eco enzyme tekan COVID-19
Baca juga: Satgas COVID-19 Denpasar tambah empat pos penyekatan PPKM darurat


Berdasarkan data, kata Dewa Rai, secara akumulatif kasus positif tercatat 18.791 kasus, angka kesembuhan pasien COVID-19 di Kota Denpasar mencapai 16.120 orang (85,79 persen), meninggal dunia 392 orang (2,09 persen) dan kasus aktif masih dalam perawatan 2.279 orang (12,12 persen).

Terkait kasus meninggal dunia, kata dia, pasien pertama seorang perempuan usia 49 orang berdomisili di Desa Pemecutan Kelod. Pasien kedua, seorang perempuan usia 78 orang berdomisili di Kelurahan Ubung. Selanjutnya pasien ketiga, seorang laki-laki usia 57 tahun berdomisili di Kelurahan Tonja. Dan pasien keempat, seorang laki-laki usia 75 tahun tinggal di Desa Dangin Puri Kaja.

Dewa Rai mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali.

“Jadi intinya kapan pun dan dimana pun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi. Dalam beberapa sepekan terakhir kasus mengalami peningkatan," katanya.

Baca juga: Berbasis banjar, Bali gencarkan vaksinasi COVID-19
Baca juga: Kasus COVID-19 varian Delta ditemukan di Bali, sebut Dinkes
Baca juga: Keterisian tempat tidur rumah sakit Jawa-Bali masih di atas 80 persen


 

Pewarta : I Komang Suparta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar