Saham Australia ikuti Wall Street lebih tinggi, penambang "top gainer"

id saham Australia,indeks ASX 200,indeks NZX 50

Saham Australia ikuti Wall Street lebih tinggi, penambang "top gainer"

Ilustrasi: Bursa saham Australia. ANTARA/REUTER/aa. (Reuters)

Sydney (ANTARA) - Saham-saham di bursa saham Australia menguat lebih dari 1,0 persen pada awal perdagangan Rabu pagi, dipimpin oleh sektor pertambangan dan bank, setelah Wall Street bangkit kembali karena laporan keuangan yang optimistis dan optimisme baru tentang pertumbuhan ekonomi.

Indeks acuan S&P/ASX 200 terangkat 1,12 persen menjadi diperdagangkan di 7.333,6 poin pada pukul 00.25 GMT, setelah dua sesi berturut-turut jatuh. Pada awal sesi, indeks acuan bertambah 1,2 persen, merupakan lompatan intraday terbesar dalam empat minggu.

Semalam, ketiga indeks utama saham AS ditutup lebih tinggi, rebound dari penurunan beruntun beberapa hari setelah serangkaian laporan laba optimis dan kembalinya optimisme pertumbuhan ekonomi, bahkan ketika kekhawatiran tentang kebangkitan kasus COVID-19 tetap ada.

Penambang adalah pendorongan utama untuk indeks acuan, meningkat sebanyak 1,5 persen.

Penambang terdiversifikasi South32 naik hampir 2,0 persen setelah membukukan lonjakan 11 persen dalam produksi batu bara kokas setahun penuh, sementara BHP Group naik lebih dari 2,0 persen menyusul laporan bahwa mereka berencana untuk keluar dari bisnis minyak dan gasnya.

Saham-saham keuangan kelas berat menguat 1,2 persen, dengan semua bank "empat besar" naik antara 0,9 persen himgga 1,4 persen.

Saham-saham sektor energi juga terangkat 1,34 persen, dipimpin oleh Whitehaven Coal yang meningkat 2,2 persen, dan Santos menguat 1,8 persen.

Di antara peraih persentase kenaikan teratas pada indeks acuan, Lynas Rare Earths melonjak 4,01 persen, sementara perusahaan properti Eropa Unibail-Rodamco-Westfield menambahkan 3,7 persen.

Sementara itu, Australia Selatan bergabung dengan Sydney dan semua negara bagian Victoria dalam penguncian keras ketika varian Delta yang sangat menular dari virus corona menyebar di tiga kota besar negara itu.

Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan ekonomi Australia akan terpukul pada kuartal September karena pembatasan baru virus corona, dengan pertumbuhan sekarang diperkirakan 0,1 persen pada basis kuartal-ke-kuartal, turun dari 0,9 persen yang diprediksi dalam jajak pendapat April.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 menguat 0,5 persen menjadi diperdagangkan di 12.709,5 poin. Persentase keuntungan tertinggi diraih oleh NZX Ltd yang melonjak 3,9 persen, diikuti Mercury NZ terkerek 2,5 persen.

Di tempat lain, indeks acuan Nikkei 225 Jepang terdongkrak 1,26 persen menjadi diperdagangkan pada 27.732,8 poin.

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar