KPPPA berkolaborasi dengan Dancow luncurkan Buku Saku #BundaBangga

id Kementerian PPPA, Buku saku BundaBangga, buku saku pola asuh anak, Dancow

KPPPA berkolaborasi dengan Dancow luncurkan Buku Saku #BundaBangga

Acara peluncurkan buku saku #bundabangga yang dilakukan oleh Kementerian PPPA dan Dancow menjelang Hari Anak Nasional 2021. ANTARA/HO-Dancow.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) berkolaborasi dengan Dancow Nutritods meluncurkan Buku Saku #BundaBangga yang bisa dijadikan sebagai panduan bagi orangtua baik ayah maupun bunda di Indonesia untuk memastikan tumbuh kembang si buah hati menjadi pribadi yang unggul dengan pola pengasuhan yang layak.

Buku saku #BundaBangga itu diluncurkan menjelang Hari Anak Nasional 2021 yang jatuh pada 23 Juli mendatang dan diharapkan dapat membantu orangtua merawat anak dan memastikan anak-anak mendapatkan haknya secara maksimal lewat panduan yang tersedia di dalam buku saku itu.

“Menyambut Hari Anak Nasional 2021, Kementerian PPPA mengusung tema Anak Terlindungi, Indonesia Maju. Melalui tema ini Kementerian PPPA senantiasa berkomitmen dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak. Kami percaya bahwa apresiasi orangtua memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak di rumah sedari dini," kata Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan, KPPPA, Rohika Kurniadi Sari, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu.

KPPPA menyambut inisiasi kampanye Bunda Bangga sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh orangtua dalam memberikan lingkungan terbaik bagi anak untuk berkembang dan bereksplorasi.

Baca juga: Kominfo upayakan ruang digital aman untuk anak

Gerakan #BundaBangga merupakan kampanye yang dikeluarkan oleh Dancow agar orangtua khususnya bunda dapat memberikan apresiasi kepada anaknya setelah berhasil melakukan pencapaian.

Lewat peluncuran Buku Saku Bunda Bangga diharapkan semakin banyak orangtua yang bisa memberikan apresiasi pada buah hatinya di usia dini atau prasekolah sehingga anak-anak bisa mengaktualisasikan dirinya dengan maksimal pada saat sudah masuk ke dalam tatanan bermasyarakat.

Di dalam buku itu terdapat panduan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan sang buah hati, selain itu terdapat juga insiprasi kegiatan-kegiatan untuk dilakukan bersama sang buah hati agar bisa mendukung proses perkembangan diri tidak hanya dari fisik tapi juga dari sisi mental dan jiwa ke arah yang lebih baik.

Tentunya selain berfungsi untuk menghasilkan anak Indonesia yang unggul, buku saku itu pun membantu bunda dan ayahnya mendapatkan inspirasi jika mengalami kebingungan terkait pola asuh yang baik untuk anak.

“Dengan adanya buku saku #BundaBangga, kami memberikan panduan praktis bagi orang tua yang ada di Indonesia agar bisa melihat dan memantau perkembangan buah hati. Di dalamnya juga terdapat tips-tips yang bisa mendukung anak-anak untuk menjadi anak unggul dan menjadi pemimpin Indonesia di masa mendatang,” kata VP Category Marketing Manager Nestle Dancow Susu Pertumbuhan, Pritha, dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Festival AMAN 2021 momen lindungi anak dari kejahatan internet

Buku Saku Bunda Bangga ini dapat menjadi pelengkap dari Buku Tumbuh Kembang Anak yang sudah direkomendasikan oleh asosiasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sehingga pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dilakukan lebih baik dan optimal lagi oleh orangtua di Tanah Air.

Buku itu saat ini bisa diakses di situs resmi milik Dancow Nutritods.

Menurut data Kementerian PPPA di Indonesia hingga 2021 terdapat 84,4 juta anak dengan dukungan dari 81,2 juta keluarga.

Keluarga menjadi tempat pertama anak membentuk dan mengembangkan dirinya sebelum akhirnya menjadi bagian dari tatanan masyarakat.

Dalam aturannya hak pengasuhan layak bagi anak tercantum dalam Konvensi Hak Anak yang diturunkan ke dalam Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002.

Sayangnya di Indonesia, masih banyak anak- anak yang tidak mendapatkan pola pengasuhan yang layak.

Tercatat secara nasional di Indonesia pada 2019, berdasarkan data Kementerian PPPA, ada 3,64 persen anak yang mendapatkan pola pengasuhan yang tidak layak.

Dengan adanya gerakan yang mendukung pertumbuhan dan pemantauan perkembangan anak ke arah positif diharapkan anak-anak bisa mencapai pola pengasuhan yang layak dan meningkatkan indeks pola pengasuhan secara nasional.

Baca juga: Menteri PPPA ajak rayakan Hari Anak melalui permainan tradisional

Baca juga: Sambut Hari Anak, Unifam gelar "Vaksin Ceria"

Baca juga: Pentingnya melindungi kesehatan mental anak saat pandemi COVID-19


Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar