Satgas COVID-19: Zona hijau di Mataram turun signifikan

id zona,covid,mataram

Satgas COVID-19: Zona hijau di Mataram turun signifikan

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, lingkungan dengan status zona hijau COVID-19 turun signifikan dari 274 lingkungan kini menjadi 124 lingkungan dari total 325 lingkungan se-Kota Mataram.

"Penurunan jumlah lingkungan dengan status zona hijau COVID-19 itu seiring dengan peningkatan temuan kasus positif baru COVID-19 selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level empat," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Kamis.

Berdasarkan data tim kewaspadaan COVID-19 Provinsi NTB, Rabu (21/7) menyebutkan tambahan pasien COVID-19 untuk Kota Mataram sebanyak 38 orang dan 25 pasien COVID-19 dinyatakan sembuh sehingga pasien yang masih dirawat sebanyak 797 orang, total sembuh 4.165 dan 171 meninggal dunia.

Selain 124 lingkungan dengan zona hijau, lanjut Swandisa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, tercatat 48 lingkungan dengan zona merah, 36 lingkungan zona oranye dan 117 lingkungan zona kuning.

Baca juga: Satgas: Keluar dari zona merah Mataram masih terapkan PPKM mikro

Baca juga: Gugus Tugas: 20 kelurahan di Mataram zona merah COVID-19


"Artinya, tambahan kasus positif baru COVID-19 tersebut berkontribusi pada meluasnya lingkungan zona merah, sehingga Kota Mataram secara umum saat ini berstatus zona merah atau risiko berat terhadap penularan COVID-19," katanya.

Terkait dengan itu, Pemerintah Kota Mataram bersama Satgas COVID-19 lainnya, terus bekerja keras melaksanakan berbagai kegiatan sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 di Kota Mataram melaui 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).

"Upaya penyekatan yang kita lakukan selama PPKM di sejumlah pintu masuk Kota Mataram, secara tidak langsung menjadi instrumen tracing sehingga banyak ditemukan kasus-kasus baru COVID-19," katanya.

Karena itu, lanjut Swandiasa, pihaknya berharap agar selama PPKM level empat ini, masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 melalui gerakan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi).

"Melalui upaya itu, kita harapan Mataram bisa keluar dari zona PPKM level empat dan melaksanakan kehidupan normal baru sesuai dengan standar prokes yang ditetapkan," katanya.

Baca juga: Status Mataram turun level jadi zona kuning COVID-19

Baca juga: Pemkot akan canangkan Mataram menuju zona hijau COVID-19

Pewarta : Nirkomala
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar