Polisi tindaklanjuti kekosongan tabung oksigen di RS Sumbar

id Polda Sumba, Padang,oksigen sumbar

Polisi tindaklanjuti kekosongan tabung oksigen di RS Sumbar

Gubernur Sumbar Mahyeldi meninjau oksigen bantuan dari Riau. ANTARA/Miko Elfisha

Padang, (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menindaklanjuti temuan terjadinya kekosongan tabung oksigen di sejumlah rumah sakit (RS) di daerah ini.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, di Padang, Kamis, membenarkan memang terjadi kekosongan tabung oksigen saat ini, karena lima perusahaan produsen tabung oksigen kehabisan cairan atau liquid untuk memproduksi oksigen untuk RS tersebut.

"Cairan itu didatangkan dari Riau dan sekarang dalam pengawalan tim Ditlantas Polda Riau menuju Sumbar. Mungkin besok sudah sampai di sini dan siap diproduksi," kata dia.

Ia mengatakan di Sumbar ada lima perusahaan yang menjadi produsen oksigen, namun mereka mendatangkan liquid sebagai alat utama oksigen dari Riau.

Lima perusahaan itu yang mendistribusikan oksigen ke sejumlah RS dan tempat lainnya.

"Cairan itu yang habis, sehingga tidak bisa produksi, sementara kebutuhan oksigen di Sumbar mulai meningkat," kata dia lagi.

Menurut dia, sejauh ini belum ada dugaan penimbunan, namun petugas terus bekerja di lapangan memastikan ketersediaan oksigen sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, Sumbar mendapatkan bantuan oksigen dari Provinsi Riau 30 ton, namun yang disalurkan baru 12 ton melalui salah satu perusahaan produsen di Padang.

"Dalam waktu dekat mungkin bantuan ini juga akan datang ke Sumbar," kata dia.

Dia memastikan tidak akan terjadi penimbunan, karena perusahaan penyedia liquid di Riau sudah memiliki kontrak kerja dengan lima perusahaan produsen di sini.

"Kemungkinan penimbunan atau penjualan ke daerah lain belum ditemukan. Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak benar," kata dia pula.
Baca juga: Sumbar dapat bantuan oksigen 30 ton dari Riau
Baca juga: Australia Ingin Beli Oksigen dari Sumbar

Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar