(Round-Up) Panahan dan selancar terhenti, bulu tangkis melaju

id olimpiade tokyo 2020,panahan beregu putra,selancar,rio waneda,bulu tangkis,greysia polii,apriyani rahayu,praveen jordan,melati daeva oktavianti,hendra

(Round-Up) Panahan dan selancar terhenti, bulu tangkis melaju

Pebulutangkis Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (depan) melakukan pukulan di samping pasangannya Marcus Fernaldi Gideon di pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda putra melawan Sean Vendy dan Ben Lane dari Inggris pada Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo, Jepang (24/7/2021). ANTARA/AFP/Alexander Nemenov/aa. (AFP/ALEXANDER NEMENOV)

Jakarta (ANTARA) - Pada hari ketiga Olimpiade Tokyo 2020, Senin, Kontingen Indonesia tersingkir dari dua cabang olahraga yang diikuti yaitu panahan beregu putra dan selancar ombak.

Dalam perlombaan yang berlangsung di Yumenoshima Final Field pukul 08:16 WIB, tim panahan beregu putra yang terdiri dari Arif Dwi Pangestu, Alviyanto Prastyadi, dan Riau Ega Salsabila menghadapi tim Inggris yang diperkuat Tom Hall, Patrick Huston dan James Woodgate.

Langkah Indonesia terhenti setelah kalah telak 0-6 pada babak eliminasi 16 besar.

Dalam keterangannya, Riau Ega mengakukekalahan timnya terjadi karena terlambat beradaptasi dengan kondisi angin yang kencang di arena pertandingan.

Kondisi alam yang kurang bersahabat juga menjadi ganjalan bagi peselancar Indonesia Rio Waneda saat bersaing dengan atlet tuan rumah Kanoa Igarashi yang merupakan peselancar peringkat enam dunia.

Baca juga: Minions belum terhentikan di laga kedua penyisihan Grup A

Rio mengaku kesulitan mendapatkan ombak karena angin kencang sehingga membuatnya tersingkir pada putaran ketiga atau babak 16 besar selancar ombak Olimpiade Tokyo.

"Kondisi ombak sangat sulit karena angin kencang seperti badai sehingga arus sangat deras. Saya masuk ke dalam laut, 10 menit pertama saya bingung mau ke mana," kata Rio setelah pertandingan.

Laga Rio pada Heat 1 yang digelar di Tsurigasaki Surfing Beach sempat ditunda lebih dari satu jam karena cuaca yang semula dijadwalkan pukul 09.48 WIB menjadi pukul 11.18 WIB.

Rio mencatatkan skor 12.00, terpaut dua angka dari Igarashi yang mencetak skor 14.00. Pada babak man-on-man tersebut hanya peselancar yang menempati posisi pertama yang lolos ke perempat final sehingga Rio terpaksa angkat kaki dari Tokyo.

Kabar baik dari skuad Pelatnas Cipayung yang masih terus bertahan dalam kompetisi cabang olahraga bulu tangkis yang berlangsung di arena Musashino Forest Sport Plaza.

Baca juga: Praveen/Melati takluk di laga terakhir Grup C Olimpiade Tokyo

Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mengawali perjuangan timnas bulu tangkis pada pukul 08.40 WIB.

Pasangan peringkat empat dunia itu menghadapi wakil tuan rumah Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Sayang Praveen/Melati harus mengakui keunggulan lawan dengan kalah 13-21, 10-21 dalam tempo 30 menit.

Meskipun kalah, beruntung satu-satunya ganda campuran Indonesia dalam Olimpiade Tokyo itu menempati posisi runner-up dan lolos ke babak perempat final.

Beralih ke ganda putra peringkat satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang mengemas kemenangan dari wakil India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Dalam 32 menit, pasangan berjuluk Minions itu mencatatkan skor 21-13, 21-12. Kemenangan mudah yang didapat Minions dicapai berkat persiapan sejak awal guna mengantisipasi strategi lawan yang tidak tertebak.

Baca juga: Panahan beregu putra Indonesia tersingkir di babak eliminasi

"Kami sudah siap dari awal. Sudah mempersiapkan semuanya dan tidak mau kehilangan fokus untuk kejar poin," kata Marcus.

Kemenangan juga diraih satu-satunya wakil ganda putri Indonesia. Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengalahkan pasangan Inggris Chloe Birch/Lauren Smith 21-11, 21-13.

Pasangan peringkat keenam itu dari awal sudah mendominasi permainan. Pada gim kedua permainan Greysia/Apriyani semakin tajam setelah berhasil memanfaatkan kelemahan pertahanan Chloe/Lauren.

Greysia/Apriyani menyudahi pertandingan dengan kemenangan setelah berlangsung selama 39 menit.

Kesuksesan juga ditampilkan The Daddies saat menghadapi ganda putra Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam sesi sore, sekaligus menjadi skuad Merah-Putih terakhir yang bertanding hari ini.

Baca juga: Rio Waida kesulitan berburu ombak karena angin kencang

Menang dua gim langsung 21-16, 21-19 dalam 34 menit, perjuangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan terbilang tak mudah.

Tantangan terberat terjadi pada gim kedua. The Daddies yang sempat unggul dengan selisih poin terpaut jauh, justru disusul dan berbalik tertinggal.

Hendra/Ahsan bersusah payah mengejar ketertinggalan hingga akhirnya kembali memegang kendali permainan dan sampai pada match point.

Suasana menegang saat Hendra/Ahsan membuat dua kesalahan pukulan beruntun yang memperpendek selisih skor menjadi 20-19.

Namun keberuntungan masih berpihak pada ganda putra peringkat dua dunia ini. Pukulan Soh yang bertujuan sebagai pengembalian serangan justru menghantam net, sehingga menyumbang satu poin penutup bagi kemenangan The Daddies.

"Alhamdulillah kami bisa melewati laga hari ini, pertandingan yang cukup sulit karena pasangan Malaysia tampil baik. Bersyukur bisa menang hari ini," pungkas Ahsan.

Baca juga: The Daddies lolos dari tekanan Aaron/Soh di laga kedua

Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar