Wall Street naik 2 hari beruntun, investor optimis laporan laba

id Wall Street,indeks dow jones,indeks s&p,indeks nasdaq,saham

Wall Street naik 2 hari beruntun, investor optimis laporan laba

Ilustrasi: Pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (Reuters)

New York (ANTARA) - Wall Street menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) dengan ketiga indeks utama AS ditutup di level tertinggi untuk sesi kedua berturut-turut, karena investor optimis menuju banyaknya laporan laba dari perusahaan big tech minggu ini, sementara kehati-hatian jelang pertemuan kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) menjaga pasar tetap terkendali.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 82,76 poin atau 0,24 persen, menjadi menetap di 35.144,31 poin. Indeks S&P 500 bertambah 10,51 poin atau 0,24 persen, menjadi berakhir di 4.422,30 poin. Indeks Komposit Nasdaq terdongkrak 3,72 poin atau 0,03 persen, menjadi ditutup pada 14.840,71 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi melonjak 2,5 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan tergelincir 0,62 persen, menjadikannya kelompok dengan kinerja paling buruk.

Lebih dari sepertiga perusahaan dalam Indeks S&P 500 akan melaporkan hasil kuartalan minggu ini, termasuk Apple Inc, Microsoft Corp, Amazon.com Inc dan induk Google Alphabet Inc, empat perusahaan AS terbesar berdasarkan nilai pasar. Saham Apple menguat 0,3 persen.

Baca juga: Harga emas jatuh 2,6 dolar, investor berhati-hati jelang pertemuan Fed

Saham Tesla Inc, yang melaporkan hasil kuartalan setelah penutupan pasar, naik sekitar 1,0 persen dalam perdagangan setelah jam kerja. Saham mengakhiri sesi reguler naik 2,2 persen.

Sebagian besar laba kuartal kedua telah dengan mudah mengalahkan ekspektasi para analis sejauh ini, meningkatkan proyeksi pertumbuhan yang sudah sangat besar untuk kuartal kedua, menurut data Refinitiv.

“Kami terus melihat kejutan positif, dan bahkan dengan banyak optimisme dan peningkatan perkiraan memasuki musim laba, kami masih melihat perusahaan melebihi ekspektasi tersebut,” kata Kepala Strategi Investasi Inverness Counsel, Tim Ghriskey, di New York.

“Saat kita masuk ke jantung (musim laba) dan kita mendapatkan lebih banyak saham industri dan siklikal ternama, akan menarik untuk melihat tidak hanya berapa banyak yang ada dalam hal pemulihan tetapi juga apakah ada dampak dari beberapa masalah ini, yang berarti inflasi, lonjakan harga-harga.”

3M Co yang naik 0,6 persen, akan melaporkan kinerja keuangannya pada Selasa, sementara Boeing Co yang naik 2,0 persen akan melaporkan pada Rabu (28/7/2021).

Pertemuan dua hari Fed dimulai pada Selasa, dan semua mata mungkin tertuju pada apakah bank sentral mengungkapkan kekhawatiran baru tentang inflasi yang tinggi ketika menyimpulkan pertemuannya pada Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Dolar melemah jelang pertemuan bank sentral AS, uang kripto melonjak

Pada Juni, The Fed mengindikasikan akan mulai menaikkan suku bunga dua kali pada tahun 2023, yang lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Optimisme yang berkelanjutan atas laba kuartal kedua telah membantu mengimbangi kekhawatiran baru-baru ini atas dampak pasar dari varian Delta COVID-19.

Saham China yang tercatat di AS jatuh setelah Beijing pekan lalu mengumumkan aturan baru tentang les privat dan perusahaan pendidikan daring, yang terbaru dari serangkaian tindakan keras terhadap sektor teknologi yang telah mengguncang pasar keuangan.

Perusahaan e-commerce Alibaba Group dan mesin pencari Baidu Inc, dua saham China terbesar yang tercatat di Amerika Serikat, melemah. Alibaba anjlok 7,2 persen dan Baidu terpuruk 6,0 persen.

Kerugian baru-baru ini di saham China lebih curam daripada yang tercatat selama puncak perang perdagangan China-AS pada tahun 2018, terutama karena penargetan Beijing terhadap perusahaan teknologi besar.

Di antara penurunan lainnya, pembuat senjata Lockheed Martin Corp jatuh 3,3 persen setelah program pengembangan aeronautika rahasia menyebabkan perusahaan gagal mencapai perkiraan laba.

Baca juga: Harga minyak bervariasi, dipicu pasokan kurang dan tekanan kasus COVID
 

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar