Pengamat: Efektivitas PPKM dapat cegah peningkatan angka pengangguran

id COVID-19,PPKM,Pemulihan Ekonomi Nasional,Pengangguran

Pengamat: Efektivitas PPKM dapat cegah peningkatan angka pengangguran

Tangkapan layar Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Akhmad Akbar Susamto dalam diskusi virtual CORE Mid-Year Review di Jakarta, Selasa (27/7/2021). ANTARA/Sanya Dinda.

Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Akhmad Akbar Susamto mengatakan efektivitas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan mencegah angka kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan kemiskinan.

Menurut dia, apabila PPKM efektif menurunkan angka kasus positif COVID-19, maka aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan ke arah normal, sehingga pelaku usaha tidak sampai memotong jam operasional atau melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Kita harus serius menangani pandemi COVID-19, baru bicara bagaimana mengantisipasi dampaknya. Kalau bisa PPKM dilakukan secara benar-benar ketat tapi sebentar saja, daripada banyak kelonggaran tapi harus lama," kata Akbar dalam diskusi virtual CORE Mid-Year Review di Jakarta, Selasa.

Ia menyampaikan, semakin lama PPKM dijalankan, dampak yang ditimbulkan akan semakin berat, termasuk pengaruhnya kepada TPT dan kemiskinan. Untuk itu, selain ketegasan pemerintah, masyarakat juga mesti menaati protokol kesehatan.

Baca juga: CORE: Dana PEN dapat topang pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021

Dengan kondisi seperti ini, Akbar mengharapkan program subsidi upah dapat berjalan efektif agar pengusaha tidak sampai melakukan Pemutusan Hak Kerja (PHK). Hanya saja, lanjut dia, pemerintah juga perlu memberikan bantuan untuk tenaga kerja informal yang berpotensi meningkat karena PPKM.

Dalam kesempatan ini, ia memperkirakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) bisa meningkat menjadi sekitar 7,15 persen-7,35 persen pada Agustus 2021 akibat adanya PPKM. 

Akbar juga memproyeksikan tingkat kemiskinan pada September 2021 akan melonjak menjadi 10,25 persen-10,45 persen atau lebih tinggi dari tingkat kemiskinan pada September 2020 sebesar 10,19 persen maupun pada Maret 2021 sebesar 10,14 persen.

Oleh karena itu, ia memastikan efektivitas PPKM sangat penting dalam menekan laju penyebaran COVID-19, agar pemerintah bisa segera melakukan pelonggaran dan pelaku usaha dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Baca juga: CORE proyeksikan perekonomian tetap tumbuh positif pada 2021

Baca juga: CORE harapkan akurasi data penerima bansos untuk percepat penyaluran


Pewarta : Sanya Dinda Susanti/Satyagraha
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar