SAPDA luncurkan panduan penyampaian informasi ramah difabel

id akses informasi difabel,penyandang disabilitas,sapda

SAPDA luncurkan panduan penyampaian informasi ramah difabel

Arsip Foto. Penyandang disabilitas berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat dalam kegiatan pelatihan di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (24/6/2021). (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)

Yogyakarta (ANTARA) - Berbagai kendala yang dialami penyandang disabilitas dalam mengakses informasi mendorong Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA) meluncurkan buku panduan penyampaian informasi ramah difabel yang bisa dimanfaatkan oleh media, pemerintah, swasta, dan pembuat konten.

"Melalui buku panduan ini, kami ingin memastikan bahwa semua media yang ada dapat diakses dengan mudah oleh penyandang disabilitas sehingga informasi yang disampaikan pun dapat diterima dan dipahami," kata Direktur SAPDA Nurul Saadah Andriani di Yogyakarta, Kamis.

Ia berharap, buku panduan dan contoh media yang mudah akses penyandang disabilitas dapat menjadi referensi bagi produsen media, pemerintah, dan swasta dalam menjangkau audiens dari kelompok penyandang disabilitas.

Pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang penyandang disabilitas pun butuh mengakses informasi yang akurat mengenai penanganan COVID-19 serta program pemberdayaan masyarakat dan pemulihan ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah.

Penerbitan buku panduan penyampaian informasi yang ramah difabel merupakan bagian dari Proyek ACTION atau Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to COVID-19.

Buku tersebut berisi langkah-langkah dalam memproduksi materi atau media yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas, baik dalam bentuk video, infografis, poster, dokumen, hingga presentasi.

Selain itu, buku panduan memaparkan teknik pendistribusian materi informasi melalui media sosial, aplikasi pesan, dan laman.

"Kami melihat selama ini produsen media menghadapi tantangan untuk mencari cara yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada penyandang disabilitas," kata Nurul.

Ia mengemukakan bahwa selama ini keterbatasan pengetahuan dan keterampilan membuat produsen media sulit memproduksi atau menyesuaikan jenis media guna memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas yang cukup beragam.

"Terkadang, produsen media pun belum memiliki pemahaman yang cukup terkait keberadaan anggota masyarakat dari penyandang disabiitas," katanya.

Selain SAPDA, Institut KAPAL Perempuan dan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) juga terlibat dalam peluncuran buku panduan penyampaian informasi yang ramah difabel.

Manajer Program ACTION-CISDI Citra Kusuma mengatakan, penyampaian informasi yang tepat sangat penting dalam berkomunikasi.

"Dengan adanya media yang aksesibel untuk seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas, maka mereka akan tahu apa yang harus dilakukan dalam melindungi diri dan keluarganya terutama di masa pandemi," katanya.

Baca juga:
63 siswa difabel lolos SBMPTN 2021
Ade Yasin ingin Sentra Kreasi Atensi jadikan Bogor ramah difabel

 

Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar