Emas tunggal putri Olimpiade Tokyo jadi milik Belinda Bencic

id Olimpiade Tokyo,Tenis Olimpiade Tokyo,Belinda Bencic

Emas tunggal putri Olimpiade Tokyo jadi milik Belinda Bencic

Petenis Swiss Belinda Bencic menyabet medali emas tunggal putri tenis Olimpiade Tokyo 2020 di Ariake Tennis Park, Tokyo, Jepang, Sabtu (31/7/2021). ANTARA/REUTERS/Yara Nardi

Jakarta (ANTARA) - Petenis peringkat 12 dunia Belinda Bencic mesti berjuang keras sebelum mengalahkan Marketa Vondrousova dari Republik Ceko 7-5 2-6 6-3 pada Sabtu guna menjuarai tunggal putri Olimpiade Tokyo sehingga menjadi wanita Swiss pertama yang meraih emas tenis Olimpiade.

Bencic yang berusia 24 tahun dan menang dalam waktu dua jam dan 30 menit itu kini bisa menggandakan medali emasnya jika dia dan Viktorija Golubic mengalahkan ganda putri unggulan pertama dari Ceko Barbora Krejcikova dan Katerina Siniakova dalam final esok Minggu.

Bencic juga menjadi petenis Swiss pertama yang memenangkan emas nomor tunggal sejak Marc Rosset merebut gelar tunggal putra pada Olimpiade 1992. Dia juga bisa menjadi wanita keempat sepanjang masa yang merebut gelar tunggal dan nomor ganda.

Dua legenda tenis Swiss Roger Federer dan Martina Hingis yang keduanya mantan petenis nomor satu dunia, tidak pernah memenangkan medali emas Olimpiade dari nomor tunggal.

"Saya kira saya mencapainya demi mereka. Mereka sudah melakukan begitu banyak hal dalam karir mereka," kata Bencic seperti dikutip Reuters. "Saya tak yakin saya akan pernah bisa melakukan apa yang sudah mereka lakukan, tapi mungkin saya bisa membantu mereka mencapai yang satu ini dengan mempersembahkan Olimpiade ini kepada mereka, jadi medali ini untuk Martina dan Roger."

"Saya fokus, saya tak pernah kehilangan fokus dan saya tak pernah menyerah," sambung dia. "Bagi saya, ini (kemenangan dalam Olimpiade Tokyo) adalah mimpi, dari awal sampai akhir. Saya tak ingin ini berakhir."

Baca juga: Djokovic pulang tanpa medali setelah mundur dari ganda campuran 
Baca juga: Djokovic kalah dari Carreno Busta dalam perebutan perunggu Olimpiade 


Final Sabtu dimulai dengan pertarungan menegangkan di mana kedua petenis kesulitan mempertahankan servis sebelum Bencic akhirnya berhasil menyudutkan petenis Ceko berperingkat ke-42 itu guna merebut set pertama.

Namun Vondrousova masih jauh dari selesai. Dia mempertinggi tempo permainannya pada set kedua dengan dua break guna memaksakan pertandingan dilanjutkan ke set penentuan saat Bencic kesulitan menghadapi pukulan backhand lawannya.

Bencic mengambil timeout medis karena cedera jari kaki saat memimpin 4-3 pada set terakhir, tetapi kembali mematahkan servis petenis Ceko itu untuk mencatat kemenangan. Dia kemudian menjatuhkan diri di lapangan sebagai tanda gembira ketika backhand pengembalian Vondrousova jatuh di luar garis permainan pada match point kedua petenis Swiss tersebut.

"Kami memainkan pertandingan yang bagus dan hanya satu yang bisa menang," kata Vondrousova yang berseri-seri. Dia mengalahkan rekan senegaranya Jana Novotna dan Petra Kvitova yang masing-masing meraih medali perunggu Olimpiade 1996 dan 2016.

Kekalahan Vondrousova mengakhiri mimpi Olimpiade petenis berusia 22 tahun itu.

Dia mengalahkan favorit tuan rumah dan peringkat dua dunia Naomi Osaka pada babak ketiga sebelum mengalahkan peraih medali perunggu dari Ukraina Elina Svitolina untuk mencapai final. 

Baca juga: Naomi Osaka tersingkir dari Olimpiade Tokyo 
Baca juga: Elina Svitolina incar medali di Olimpiade Tokyo 
Baca juga: Barty bidik emas Olimpiade setelah juarai Wimbledon 

 

Pewarta : Jafar M Sidik
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar