Menkes minta vaksinasi ketiga tidak dialihkan ke bukan nakes

id vaksinasi,budi gunadi sadikin,menteri kesehatan,tenaga kesehatan,covid-19,vaksin covid,vaksin corona,vaksin covid-19

Menkes minta vaksinasi ketiga tidak dialihkan ke bukan nakes

Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (26/7/2021). ANTARA/Devi Nindy.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta vaksinasi ketiga sebagai "booster" atau penguat tidak dialihkan ke bukan tenaga kesehatan (nakes)

"Saya memohon dengan sangat, tolong jangan dialihkan ke nonnakes, kita harus priorotaskan nakes, karena merekalah tentara kita yang bertempur sehari-hari," kata Budi Gunadi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin.

Budi Gunadi menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Rapat Kabinet Terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo melalui "video conference".

Baca juga: Menkes replikasi penanganan COVID-19 di Jawa untuk berbagai daerah

"Kita mendapatkan bantuan Moderna dari Pemerintah Amerika Serikat yaitu 4 juta dosis, 1,5 juta dosis kita dikasihkan dulu pertama kali untuk seluruh nakes sebagai 'single shoot' satu suntikan 'booster' ketiga dan tolong bapak ibu para nakes segera disuntikkan, para dinkes segera disuntikkan," tambah Budi.

Menurut Budi, vaksinasi ketiga untuk para nakes tersebut diberikan berbasis risiko.

"Kenapa kita vaksinasi nakes duluan dan diistimewakan? Karena mereka yang paling berisiko tinggi, setiap hari harus melayani pasien COVID-19, itu sebabnya kita berikan," ungkap Budi.

Ia pun meminta tidak ada pihak yang berupaya mencari panggung dari vaksinasi COVID-19.

Baca juga: Menkes: Puncak kasus COVID-19 di Jawa-Bali telah terlampaui

"Tidak usah merasa bahwa harus saya duluan, harus saya yang dapat panggungnya, ini demi kepentingan saya, tidak. Ini adalah saatnya kita memberikan sebanyak-banyaknya ke masyarakat," tegas Budi.

Budi juga mengatakan pemerintah akan mendorong vaksinasi di berbagai darah yang masih tinggi tingkat kematiannya karena COVID-19.

"Kenapa kita berikan ke beberapa kabupaten kota lebih banyak, karena memang kematiannya paling tinggi di sana, orang yang terkena paling tinggi di sana," tambah Budi.

Budi mengakui hingga Juni 2021, baru sekitar 22 persen target vaksinasi tercapai.

Baca juga: Menkes tekankan pentingnya perubahan perilaku dalam penanganan pandemi

"Beberapa daerah yang lebih tinggi itu memang kematian dan kasus konfirmasinya tinggi sekali saja kita intervensi, tapi mulai bulan Agustus sampai Desember akan datang lebih dari 300 juta dosis vaksin. itu adalah saatnya kita bekerja keras bersama-sama untuk melakukan vaksinasi ini," ungkap Bdui.

Berdasarkan data Satgas COVID-19, sudah ada 47.478.168 orang yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan sebanyak 20.673.079 orang yang mendapat vaksinasi dosis kedua dengan menggunakan berbagai merek vaksin. Jumlah tersebut adalah sekitar 24,49 persen dari total populasi Indonesia.

Pemerintah menargetkan dapat memvaksinasi 208.265.720 orang sehingga pemerintah terus menggenjot vaksinasi harian, termasuk dengan menargetkan 2 juta dosis per hari mulai Agustus ini.

Baca juga: Menkes pastikan vaksinasi "booster" dengan vaksin Moderna untuk nakes

Sedangkan vaksinasi "bosster" adalah vaksinasi yang diperlukan untuk memperkuat respons antibodi terhadap varian baru apalagi kematian para dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia dari Maret 2020 hingga Juli 2021 telah mencapai 1.141 jiwa.

Menurut penelitian yang dilakukan Bio Farma, idealnya vaksinasi booster dilakukan 6 bulan setelah vaksinasi kedua dilakukan.

Indonesia telah mendapat 3 juta dosis vaksin Moderna pada 11 Juli 2021 dari Amerika Serikat melalui mekanisme COVAX Facility.

Baca juga: Menkes : Skenario terburuk 70 ribu kasus COVID per hari tak terjadi

Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar