Sirkuit MotoGP Mandalika majukan keberadaan budaya lokal

id Moto GP,Kuta Mandalika

Sirkuit MotoGP Mandalika majukan keberadaan budaya lokal

Managing Director of DORNA Sports SL Carlos Ezpeleta (kedua kanan) didampingi Chief Executive Officer of Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ricky Baheramsjah (kedua kiri), Vice President of MGPA Cahyadi Wanda (kiri) dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah (kanan) meninjau kawasan Kuta Beach Park di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Rabu (7/4/2021). DORNA Sports meninjau kesiapan Mandalika untuk menggelar event MotoGP baik dari pembangunan sirkuit maupun fasilitas-fasilitas pendukungnya. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Keberadaan Sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau The Mandalika, Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat,  diyakini memberikan dampak bagi kemajuan ekonomi masyarakat serta keberadaan budaya Lokal.

Tokoh Budayawan Lombok Tengah, Datu Tuan H Lalu Putria, Senin, mengatakan, semua pembangunan pasti ada dampak negatif dan positif bagi masyarakat. Begitu juga dengan pembangunan Sirkuit Moto GP tersebut pasti membawa manfaat bagi semua pihak, baik pemerintah daerah, tokoh budayawan dan khususnya masyarakat setempat.

"Kita semua harus optimis akan bisa membawa kemajuan bagi masyarakat. Para tokoh budayawan harus ikut ambil bagian dalam mendukung event tersebut," ujarnya. 

Oleh karena itu, ia mengajak semua lapisan termasuk masyarakat untuk mempersiapkan diri, sehingga tidak menjadi penonton di daerah sendiri.

"Kita semua harus bisa mengambil bagian atau peluang dengan adanya sirkuit tersebut," tambahnya.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan MotoGP di sirkuit tersebut akan menjadi peluang dalam memperkenalkan pontesi dan promosi serta melestarikan budaya lokal yang ada di Loteng.

"Ini bisa jadi peluang dalam memperkenalkan budaya lokal yang ada kepada dunia. Bila perlu semua ikon di sirkuit itu bisa menggunakan nama tokoh atau budaya di Lombok," katanya.

Baca juga: Optimisme dan realitas jelang homologasi Sirkuit Mandalika
Baca juga: MotoGP Mandalika tawarkan potensi branding sangat besar bagi Indonesia


"Jangan sampai kita terbawa budaya luar yang masuk, justru kita bisa menjadi filter dan bisa mempertahankan budaya lokal. Kita harus tetap menunjukkan budaya Lombok," ujarnya.

Ia juga berharap kepada pengelolaan untuk tetap melibatkan para budayawan dalam setiap kegiatan, sehingga bisa memberikan kontribusi bagi kelestarian budaya lokal di Lombok.

"Ketika event dimulai harus ada ritual budaya adiluhung adat sasak yaitu Nede Rahayu Ayuning Jagat untuk memohon keselamatan," harapnya.

Ia juga menegaskan, bahwa keberadaan sirkuit itu akan mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, baik bagi pelaku UKM, jasa transportasi dan lainnya.

"Pemerintah daerah juga harus bisa mempersiapkan SDM masyarakat dalam menyambut event ini," katanya.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Loteng itu juga menyampaikan, apabila sirkuit itu jadi dan kegiatan motoGP dimulai, pasti SDM masyarakat bisa meningkat. Sehingga semua pihak harus bersiap menyambut dari sekarang.

"SDM akan meningkatkan, semua butuh proses. Kita harus optimis jagan ragu," pungkasnya.

Baca juga: Sirkuit Mandalika diyakini bakal jadi primadona baru dunia balapBaca juga: Konstruksi lintasan sirkuit MotoGP Mandalika capai 78,6 persen
 

Pewarta : Riza Fahriza*Akhyar Rosidi
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar