Kodam V/Brawijaya siapkan "mobile" vaksin di Madura

id kodam v/brawijaya,vaksinasi madura,mobile vaksin,pengendalian covid-19

Kodam V/Brawijaya siapkan "mobile" vaksin di Madura

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto (kiri) memberi semangat peserta vaksin di sela meninjau proses vaksinasi dosis kedua di lapangan Makodam V/Brawijaya di Surabaya, Senin (2/8/2021). ANTARA/Fiqih Arfani.

Surabaya (ANTARA) - Komando Daerah Militer V/Brawijaya menyiapkan program mobile vaksin atau vaksin keliling untuk masyarakat di kawasan Madura, Jawa Timur.

"Ada program mobile vaksin berupa mobil ambulans yang sudah disiapkan 200-300 dosis vaksin yang akan berkeliling setiap hari," ujar Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto di sela meninjau proses vaksinasi dosis kedua di lapangan Makodam V/Brawijaya di Surabaya, Senin.

Menurut dia, langkah tersebut dinilai efektif karena ambulans akan keliling kampung setiap hari sehingga warga tidak perlu mendatangi tempat yang menjadi sentra vaksinasi.

Baca juga: Kodam Brawijaya pastikan Kasdim Gresik dalam keadaan sehat

Pangdam mengatakan ada program yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat proses vaksinasi, seperti berkumpul di satu tempat dengan menerapkan protokol kesehatan ketat serta mendatangi kampung, termasuk door to door.

Ia menegaskan Madura menjadi daerah yang mendapat perhatian serius karena pencapaian vaksinasi di beberapa kabupaten masih rendah dibandingkan daerah lain di Jatim.

Ia berkomitmen tak akan pernah lelah dan terus mengedukasi masyarakatnya agar bersedia divaksin demi pengendalian penyebaran COVID-19, khususnya di daerah ini.

"Di sana (Madura) memang masih rendah karena masih ada yang sekitar 10 persen. Ada beberapa faktor, seperti kondisi geografis dan persoalan sosial budaya. Bersama pemangku kebijakan lain, kami terus mendorong agar vaksinasi berjalan sukses di semua daerah," ucapnya.

Baca juga: Pangdam V/Brawijaya imbau tak khawatir layanan vaksinasi dosis dua

Kendati demikian, kata Pangdam, beberapa daerah lain tingkat capaian vaksinasinya sudah berjalan lancar, bahkan ada yang di atas 70 persen dari jumlah penduduk.

"Kota Mojokerto menjadi contoh daerah yang tingkat vaksinasinya signifikan," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Jatim, total sasaran vaksinasi sebanyak 31.826.206 orang yang terdiri atas tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan, dan masyarakat umum yang ditambah warga usia 12 tahun hingga 17 tahun.

Hingga Minggu (1/8) pukul 16.00 WIB, total vaksinasi dosis pertama diikuti sebanyak 7.623.279 orang atau 23,95 persen, sedangkan vaksinasi dosis kedua mencapai 3.168.336 orang atau 9,96 persen.

Baca juga: Pangdam V/Brawijaya: Babinsa siap pimpin "tracing"

Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar