UNICEF-Yayasan GAPAI Harapan Papua dorong media ikut kampanyekan WBW

id UNICEF Papua,hak anak,asi gizi anak

UNICEF-Yayasan GAPAI Harapan Papua dorong media ikut kampanyekan WBW

Tangkapan layar Kepala Kantor UNICEF Papua dan Papua Barat Aminudin Ramdan. (ANTARA/Hendrina Dian Kandipi)

Jayapura (ANTARA) - UNICEF bersama Yayasan GAPAI Harapan Papua mendorong media di wilayahnya untuk ikut mengkampanyekan Pekan Menyusui Sedunia atau World Breastfeeding Week (WBW)
diperingati setiap tanggal 1 hingga 7 Agustus.

Kepala Kantor UNICEF Papua dan Papua Barat Aminudin Ramdan di Jayapura, Selasa, mengatakan Pekan Menyusui Sedunia akan fokus bagaimana menyusui berkontribusi terhadap kelangsungan hidup, kesehatan dan kesejahteraan serta kewajiban semua pihak melindungi proses menyusui.

"Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia termasuk Papua tetap harus dilindungi hak-hak dasarnya dan keberlangsungan hidupnya selama pandemi COVID-19," katanya.

Menurut Aminudin, selain itu, kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk tetap memastikan pelayanan penanganan gizi dapat tetap terlaksana dengan
pendekatan pelibatan dan mobilisasi masyarakat agar lebih sadar terkait isu-isu masalah gizi terkini.

Baca juga: Penanganan stunting di Papua terkendala keterbatasan kader dan sinyal

Baca juga: Cegah stunting, PKK Biak anjurkan pangan lokal penuhi asupan gizi anak


"Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat tindakan nyata untuk melindungi dan mendukung menyusui agar
meningkatkan kesehatan masyarakat terutama di masa pandemi COVID-19," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya juga berharap dapat bekerjasama dengan individu dan organisasi untuk dampak yang lebih besar terhadap dukungan menyusui.

"Kami berharap peserta mengetahui bahwa dukungan menyusui merupakan tanggung jawab bersama yang sangat vital pada semua tingkatan sosial dan masyarakat," katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya juga mengharapkan masyarakat dapat mengetahui pentingnya dukungan terhadap proses menyusui, mengingat di Papua jumlah anak sekitar kurang lebih 120 ribu jiwa.

Jumlah populasi anak-anak yang cukup banyak di Papua itu perlu diperhatikan karena anak-anak Papua masih sangat rentan sekali hak-hak dasarnya terganggu seperti pendidikan, kesehatan dan akses terhadap layanan gizi.*

Baca juga: BKKBN siapkan Rp1,3 miliar untuk cegah stunting di Papua

Baca juga: DPRD pertanyakan program gizi Kabupaten Raja Ampat

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar