89 atlet NTT latihan mandiri untuk PON Papua

id PON Papua, KONI NTT, Atlet NTT

89 atlet NTT latihan mandiri untuk  PON Papua

Ilustrasi - Atlet kriket Provinsi Nusa Tenggara Timur Piter Tokan saat berlaga dalam pertandingan uji coba pra-PON di Bali. (ANTARA/HO-Atlet kriket NTT Piter Tokan.)

Kupang (ANTARA) - Ketua Umum Komite Olaraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Timur Andre Koreh mengemukakan 89 atlet NTT dari 12 cabang olahraga tengah menjalani latihan mandiri untuk persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021.

"Latihan mandiri para atlet kita ini ditangani pengurus masing-masing cabang olahraga termasuk biaya latihan," kata dia kepada ANTARA di Kupang, Kamis.

Dia mengatakan latihan mandiri tu berkaitan dengan persiapan atlet NTT dalam mengikuti perlombaan tingkat nasional pada PON 2021 di Papua.

Andre Koreh mengatakan sesuai jadwal, 60 hari sebelum PON seharusnya para altet ada dalam taha pelatihan terpusat hingga keberangkatan ke Papua untuk mengikuti PON Papua.

Baca juga: Aceh targetkan 14 medali emas di PON XX Papua

Namun karena belum ada dana dari Pemerintah Provinsi NTT maka latihan terpusat belum bisa dilakukan, kata dia.

"Menurut informasi, akan ada dukungan Pemda namun sampai sekarang besarnya anggaran belum jelas secara resmi diinformasikan kepada KONI NTT," kata dia.

Andre mengatakan persiapan atlet dan ofisial sudah maksimal menuju PON  Papua yang dibuktikan dengan latihan mandiri oleh masing-masing cabang olahraga.

Dia mengatakan para atlet bertekad memberikan yang terbaik agar lolos  PON saja bukan hal mudah karena melalui proses berjenjang dari tingkat kabupaten, provinsi, kejuaraan nasional dan pra-PON.

"Tetapi semangat saja tidak cukup. Perlu juga dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemda dan masyarakat karena atlet kita ke PON bukan hanya untuk diri sendiri namun demi harga diri dan kebanggaan orang NTT secara umum," kata dia.

Baca juga: Mutiara, atlet termuda Indonesia di Olimpiade Tokyo fokus PON Papua

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar