Vaksinasi lanjutan BIN sasar pelajar-warga dari pintu ke pintu

id Vaksin bin,Badan intelijen negara, vaksin pelajar

Vaksinasi lanjutan BIN sasar pelajar-warga dari pintu ke pintu

Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar vaksinasi lanjutan yang menyasar para pelajar dan warga dari pintu ke pintu atau "door to door" di SMP 11 Kota Tangerang Selatan dan di Perum Pondok Makmur Tangerang, Banten. ANTARA/HO-Humas Badan Intelijen Negara

Jakarta (ANTARA) - Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar vaksinasi lanjutan yang menyasar para pelajar dan warga dari pintu ke pintu atau "door to door" di SMP 11 Kota Tangerang Selatan dan di Perum Pondok Makmur Tangerang, Banten.

"50 ribu dosis vaksin disiapkan untuk para pelajar dan warga di lingkungan padat penduduk yang menjadi prioritas," kata Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan vaksinasi bagi pelajar penting untuk dilaksanakan karena kelompok tersebut merupakan calon penerus bangsa dan negara. "Pelajar masih menjadi prioritas dan sangat penting sekali," ujar dia.

Baca juga: Semarang peroleh bantuan laboratorium bergerak dan vaksin dari BIN

Baca juga: BIN gelar swab dan vaksinasi COVID-19 di Jakarta Barat


Secara keseluruhan, kata Budi Gunawan, vaksinasi lanjutan dilaksanakan BIN di 14 provinsi se-Indonesia. Penerapan vaksinasi secara "door to door" dinilai efektif lantaran mampu menjangkau warga yang tinggal di pelosok-pelosok.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan mengadakan vaksinasi lanjutan di daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus COVID-19 termasuk di daerah zona merah penularan virus.

"Kita pastikan spot-spot ini dipilih karena lonjakan angka positivity rate-nya cukup tinggi dan sudah menjadi zona hitam atau merah," ujar Budi.

Adapun 13 provinsi lainnya yang juga mengadakan vaksinasi lanjutan secara serentak adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Riau, Sulawesi Selatan dan Papua.

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar