Bank Syariah Indonesia diyakini bisa mengoptimalkan penerimaan ziswaf

id BSI, Ziswaf, MUI Sumut, UINSU Medan, pengoptimalan Ziswaf

Bank Syariah Indonesia diyakini bisa mengoptimalkan penerimaan ziswaf

Pengamat ekonomi syariah di Sumut, Andri Soemitra (ANTARA/Andri Soemitra)

Medan (ANTARA) - Pengamat ekonomi syariah di Sumatera Utara menilai kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) bisa menjadi salah satu pendorong kuat optimalisasi penerimaan dan penyaluran zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ziswaf) nasional.

"Dengan segala kekuatan dan keunggulan, BSI akan bisa memaksimalkan penghimpunan dan penyaluran ziswaf sehingga semakin memberi kontribusi besar dalam perekonomian," ujar Dr Andri Soemitra, MA di Medan, Jumat.

Menurut Andri yang Ketua Program Doktor Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Bisnis (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumut (UINSU) Medan itu, potensi BSI yang memiliki kantor cabang yang banyak dan layanan digital akan dapat menjadi katalisator penghimpunan ziswaf nasional.

Baca juga: BSI gandeng Western Union perluas layanan kirim uang antarnegara

Pola pola kerja sama antara BSI dengan organisasi pengelola zakat dan nazir wakaf akan mengakselerasi program penghimpunan ziswaf menjadi lebih optimal.

"Pengelolaan ziswaf secara baik dan benar akan memberi kontribusi besar dalam pembangunan nasional seperti bisa menjadi alternatif sumber pembiayaan pembangunan ke sektor sektor khusus sesuai dengan peruntukannya dan BSI diyakini mampu melakukan itu," katanya.

Berdasarkan data dari Baznas,misalnya potensi zakat di Indonesia bisa mencapai Rp233,8 triliun dengan realisasi hanya sekitar Rp10 triliun.

Potensi wakaf uang menurut data Badan Wakaf Indonesia (BWI) ada Rp180 triliun, sementara yang terkumpul dalam periode 2011-2018 hanya Rp255 miliar. "Potensi Ziswaf itu diharapkan bisa digali BSI lebih maksimal," katanya.

Baca juga: Perkuat ekosistem keuangan syariah, BSI gandeng koperasi BMT Nusantara

Pengelolaan dana ziswaf, ujar dia, dapat menjadi instrumen pembangunan nasional untuk sejumlah lapisan masyarakat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Hasan Matsum juga meyakini peran BSI yang sangat sentral untuk mengumpulkan zakat yang telah dikumpulkan di unit pengumpul zakat di tingkat Baznas.

"Sebagai gabungan bank syariah terbesar dan milik pemerintah, BSI diyakini akan memahami penyaluran zakat yang ada di Al Quran," katanya.

MUI sendiri, ujar dia, berharap ada pembiayaan yang lebih besar dalam penanganan kemiskinan, seperti untuk usaha kecil dan mikro, sektor pendidikan seperti untuk perbaikan akhlak di tengah masyarakat hingga pendidikan kader ulama.

Kemiskinan yang bisa ditekan dan sumber daya manusia yang semakin bagus akan membuat Indonesia semakin maju.


Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar