Bank Mantap beri bonus untuk lifter peraih perunggu Rahmat Abdullah

id Bank Mandiri Taspen,Olimpiade,Lifter,Rahmat Abdullah

Bank Mantap beri bonus untuk lifter peraih perunggu Rahmat Abdullah

Direktur Utama Bank Mantap Elmamber P. Sinaga memberikan hadiah sebesar Rp50 juta kepada atlet angkat besi (lifter) Rahmat E. Abdullah yang mendapatkan medali perunggu dalam kejuaraan Olimpiade Tokyo 2020. (ANTARA/HO-Bank Mantap)

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) memberikan hadiah sebesar Rp50 juta kepada atlet angkat besi atau lifter Rahmat E. Abdullah yang mendapatkan medali perunggu dalam kejuaraan Olimpiade Tokyo 2020 sebagai apresiasi telah mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Direktur Utama Bank Mantap Elmamber P. Sinaga mengatakan, selain mendapatkan hadiah, Rahmat diundang sebagai pembicara untuk memberikan semangat serta inspirasi “To Be Champion” kepada 2.700 karyawan Bank Mandiri Taspen yang tersebar di 34 provinsi melalui platform media digital.

"Semoga prestasi yang saudara Rahmat E. Abdullah raih saat ini dapat menjadi teladan, dorongan dan motivasi bagi seluruh pegawai Bank Mandiri Taspen agar terus bekerja keras, terus berprestasi, dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negeri," ujar Elmamber dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Rahmat menjadi salah satu dari lima atlet angkat besi Indonesia yang berlaga di Olimpiade Tokyo pada 24 Juli-2 Agustus lalu.

Rahmat yang turun di kelas 73kg itu lolos ke Olimpiade Tokyo setelah Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) melakukan penyesuaian poin dan kelas dari setiap lifter pada 6 Juni lalu. Rahmat mengumpulkan 3,551.5311 poin, berdasarkan catatan resmi IWF.

Perjalanan Rahmat Erwin dalam meraih tiket Olimpiade bisa dibilang cukup mendebarkan. Pasalnya, berdasarkan data IWF hingga April 2021, Rahmat Erwin masih berada di peringkat ke-22 dunia.

Sementara itu, dalam setiap kelas hanya 13 lifter yang mendapat tiket ke Olimpiade Tokyo, terdiri atas delapan lifter yang masuk jajaran delapan besar dunia dan lima lainnya merupakan wakil dari setiap kontinen atau benua.

Meski berada di luar delapan besar, Rahmat yang berada di peringkat ke-11 itu pada akhirnya berhak tampil di Olimpiade Tokyo lewat jalur kontinental. Ia menjadi lifter berperingkat terbaik mewakili Asia di luar posisi delapan besar.

Sebelum dinyatakan lolos ke Olimpiade Tokyo, Rahmat sudah beberapa kali tampil cukup gemilang dalam berbagai kejuaraan internasional. Dia bahkan digadang-gadang bisa menjadi penerus Eko Yuli Irawan (61kg) dan Triyatno (73kg) untuk mengharumkan Indonesia di pentas internasional.

Rahmat yang kini berusia 20 tahun itu menggebrak pertama kali setelah menjuarai kelas 73kg junior di Asian Junior Championships 2019 di Pyongyang, Korea Utara.

Atlet asal Makassar itu berhasil menyabet medali emas setelah mencatatkan total angkatan 326kg dengan snatch 147kg dan clean and jerk 179kg.

Ia kembali tampil mengejutkan ketika menyumbangkan medali emas SEA Games 2019 Filipina dalam debutnya di multievent se-Asia Tenggara itu. Ia membukukan total angkatan 322kg dengan snatch 145kg dan clean and jerk 177kg.

Pada tahun lalu, Rahmat bahkan mampu memecahkan rekor dunia junior dalam ajang Asian Junior Championships 2020 di Tashkent, Uzbekistan untuk kategori clean and jerk 185kg dan total angkatan 329kg.

Baca juga: Bank Mandiri Taspen berikan bantuan kepada korban bencana NTT

Baca juga: Bank Mandiri Taspen gelontorkan Rp1 miliar terdampak bencana

Baca juga: Optimalisasi aset, Bank Mandiri Taspen pindahkan kantor pusat

Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar