Suharso Monoarfa: Jadikan demokrasi instrumen untuk saling dukung

id PPP,Men PPN/Kepala Bappenas,Suharso Monoarfa

Suharso Monoarfa: Jadikan demokrasi instrumen untuk saling dukung

Tangkapan layar saat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa menyampaikan pidato kebangsaannya dalam rangka memperingati 50 tahun CSIS Indonesia. ANTARA/Youtube CSIS Indonesia/Muhammad Jasuma Fadholi

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa mengatakan bahwa demokrasi harus dijadikan instrumen untuk saling mendukung dan mewujudkan kebaikan di antara sesama.

"Demokrasi bukan alat untuk saling caci dan membenci, demokrasi harus dijadikan instrumen untuk saling mendukung, memuliakan, dan saling membesarkan dengan berlomba-lomba menebar manfaat bagi kemaslahatan sesama," kata Suharso dalam pidato kebangsaan ketua umum partai politik memperingati 50 tahun CSIS Indonesia, Jumat.

Itu disampaikannya sebagai bagian dari upaya PPP untuk memikul tugas sejarah penting bersama dengan seluruh unsur kebangsaan, untuk membuktikan bahwa demokrasi adalah tata cara untuk mewujudkan kebaikan dalam menyongsong kemerdekaan Indonesia yang ke-100 pada tahun 2045.

Dalam kesempatan itu, Suharso juga mengatakan keterkaitan antara demokrasi dengan Islam sebagai rahmat bagi semesta yang bisa berjalan beriringan.

Baca juga: BPS sebut Indeks Demokrasi Indonesia di Papua 2020 turun tipis
Baca juga: Pengamat: Sikap keterbukaan Presiden bangun demokrasi tangguh
Baca juga: ELSAM: Perangkat pemerintah harus junjung demokrasi dan akuntabilitas


Menurutnya, tidak ada pertentangan antara demokrasi dan Islam. Demokrasi adalah tata cara interaksi bernegara, sementara Islam adalah sistem yang menyeluruh dan utuh untuk mengatur hidup manusia serta sebagai jendela besar untuk melihat dunia.

Dia menyebut PPP terpanggil oleh sejarah untuk menegaskan bahwa kebaikan dan kebajikan demokrasi yang paling pokok adalah mengorientasikan langkah dan kebijakan pada umat, rakyat, dan bangsa.

"Berdemokrasi bukanlah melayani segelintir elit yang berkuasa atau yang berpunya," kata Suharso.

Berdemokrasi adalah proses pembuktian bahwa tidak ada satu pihak mana pun yang tertinggal atau ditinggal, no one left behind, ujarnya.

Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas itu juga mengatakan bahwa proses menuju Indonesia di tahun 2045 adalah momentum yang tepat untuk terus bahu membahu serta bekerja sama dalam persatuan.

"PPP menyebutnya merawat persatuan dengan pembangunan," kata Suharso.

Dia mengatakan sebagai bangsa besar dan majemuk seperti Indonesia, persatuan dan pembangunan adalah tema yang terus relevan dan langgeng. Merawat persatuan hanya bisa dilakukan dengan terus melanjutkan dan meningkatkan pembangunan.

"Pembangunan akan membuat Indonesia mencapai masyarakat adil dan makmur secara berkeadilan serta yang terpenting, hak-hak segenap rakyat dapat terpenuhi," tegas Suharso.

Pewarta : Muhammad Jasuma Fadholi
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar