Unej paparkan inovasi KKN tematik dalam rakornas penanganan stunting

id inovasi KKN tematik,penanganan stunting Unej KKN,rakornas penanganan stunting,universitas jember,Unej paparkan inovasi KKN tematik,KKN tematik dalam r

Unej paparkan inovasi KKN tematik dalam rakornas penanganan stunting

Rektor Unej Iwan Taruna saat memaparkan inovasi KKN tematik untuk penanganan stunting dalam rakornas yang digelar Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Wakil Presiden secara daring di Kampus Unej, Selasa (24/8/2021). (ANTARA/HO-Humas Unej)

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Universitas Jember (Unej) yang menjadi perwakilan perguruan tinggi Indonesia memaparkan inovasi kuliah kerja nyata (KKN) tematik dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting yang digelar secara daring pada Selasa (24/8/2021).

Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Wakil Presiden menggelar rakornas secara daring selama dua hari, yakni pada Senin (23/8) dan Selasa, namun Unej mendapat kesempatan untuk memaparkan inovasi dalam percepatan penanganan stunting (anak kerdil atau gagal tumbuh) pada hari kedua.

"Penanganan stunting menjadi salah satu tema yang digarap oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) bersama mahasiswa dalam KKN tematik," kata Rektor Unej Iwan Taruna saat menjadi pembicara dalam rakornas secara daring di kampus setempat.

Baca juga: Gus Menteri minta mahasiswa KKN Tematik Unhas paham soal Dana Desa

Menurutnya program KKN tematik dengan tema besar "Unej Membangun Desa" telah dimulai sejak 2018 dan berangkat dari data waktu itu, bahwa angka prevalensi stunting di Jember dan kota-kota sekitarnya masih cukup tinggi, bahkan angkanya melebihi angka prevalensi stunting di Provinsi Jawa Timur.

"Oleh karena itu kami lantas menggelar KKN tematik penanganan stunting di 30 desa di tiga kabupaten, yakni Bondowoso, Situbondo dan Probolinggo," tuturnya.

Ia menjelaskan pihak Kampus Unej berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan penanganan stunting, termasuk di kala pandemi Covid-19 masih mendera Indonesia.

"Kami terus menggelar program KKN tematik yang di kala pandemi COVID-19 beralih menjadi KKN Back to Village. Dimana mahasiswa tetap melaksanakan KKN namun di daerah asalnya sendiri-sendiri dengan berbagai tema yang kontekstual dengan daerahnya," katanya.

Baca juga: Di saat pandemi, Unand terjunkan 4.219 mahasiswa KKN tematik

Di sisi lain, lanjut dia, dosennya juga telah membentuk kelompok riset yang fokus pada permasalahan-permasalahan terkait penanganan stunting dan pencapaian SDGs dari berbagai disiplin ilmu.

Saat ditanya adanya jaminan keberlangsungan program KKN tersebut, Iwan mengatakan program KKN hanya dilaksanakan selama 45 hari, sehingga perlu kolaborasi atau kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia bisnis, komunitas seperti LSM, dan media massa agar program yang sudah dibangun terus berlanjut.

"Sebagai contoh kami menjalin hubungan dengan desa melalui program desa binaan yang tersebar di daerah Tapal Kuda, sehingga mereka dapat terus terhubung dengan Universitas Jember," ujarnya.

Baca juga: Mendikbud : KKN tematik COVID-19 libatkan 5.600 mahasiswa

KKN tematik penanganan stunting ternyata menarik perhatian Pemkab Bangka Barat, sehingga pada tahun 2019 bekerja sama dengan LP2M Unej menggelar KKN tematik penanganan stunting di Desa Peradong, Kecamatan Simpang Teritip yang kala itu memiliki angka prevalensi stunting tertinggi di Kabupaten Bangka Barat.

Sebelumnya, kegiatan Rakornas Percepatan Penurunan Stunting dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI KH. Makruf Amin yang juga menyampaikan arahan kepada segenap peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, kementerian terkait dan para pemangku kepentingan lainnya pada Senin (23/8).

Baca juga: Universitas Jember gagas KKN Tematik COVID-19

Dalam pengarahannya, Wapres mengingatkan peserta bahwa tantangan percepatan penurunan stunting saat ini adalah bagaimana memastikan semua program yang sudah direncanakan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga perlu kerja kolaborasi yang melibatkan pemerintah, komunitas, dunia bisnis, akademisi dan media massa.

Pengarahan kemudian percepatan penanganan stunting kemudian diteruskan oleh para menteri, diantaranya Menteri BPN/Bappenas, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menko PMK, dan Menteri Desa-PDTT dan Kepala BKKBN.

Baca juga: KKN tematik universitas membangun desa Unej diapresiasi Australia

Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar